Yusril Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Sebut Serangan terhadap Demokrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menilai tindakan tersebut merupakan serangan serius terhadap demokrasi dan nilai-nilai penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Menurut Yusril, para aktivis HAM bekerja untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang dijamin oleh konstitusi negara. Karena itu, kekerasan terhadap aktivis tidak bisa ditoleransi dalam situasi apa pun.

“Serangan terhadap Andrie Yunus merupakan serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara karena penegakan HAM dan demokrasi adalah amanat konstitusi,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Debt Collector di OKU Tewas Ditikam Saat Tarik Kendaraan, Pelaku Menyerahkan Diri

Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dan harus disikapi dengan sikap saling menghormati. Tindakan kekerasan terhadap pihak yang memiliki pandangan berbeda dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Yusril juga mengingatkan bahwa setiap pihak harus menjunjung tinggi nilai toleransi dan menghormati keragaman pendapat demi kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Lebih lanjut, Yusril meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus tidak boleh berhenti hanya pada pelaku di lapangan.

Baca Juga :  Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Suap Tambang Nikel Rp1,5 Miliar

Ia menilai pola serangan yang terjadi menunjukkan indikasi adanya perencanaan yang matang dan kemungkinan melibatkan pihak lain di balik aksi tersebut.

“Pengusutan kasus ini harus sampai pada aktor intelektual di balik serangan tersebut, bukan hanya pelaku yang berada di lapangan,” tegasnya.

Yusril berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan agar keadilan bagi korban dapat terwujud serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Berita Terkait

WN India Diamankan di Bandara Juanda, Diduga Selundupkan 1,14 Kg Serbuk Emas ke Malaysia
Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:45 WIB

WN India Diamankan di Bandara Juanda, Diduga Selundupkan 1,14 Kg Serbuk Emas ke Malaysia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Berita Terbaru