Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK, Diduga Peras 16 Kepala OPD hingga Rp2,7 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Pribhumi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (GSW), sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Ia diduga meminta sejumlah uang kepada 16 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat, 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, total 18 orang diamankan, termasuk Bupati Gatut. Sehari setelahnya, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di antara yang turut diamankan adalah Jatmiko Dwijo Saputro, anggota DPRD Tulungagung yang juga adik dari Gatut Sunu. Ia berada di lokasi saat OTT berlangsung.

Selain Gatut, KPK juga menetapkan ajudannya, Dwi Yoga Ambal (YOG), sebagai tersangka. Keduanya diduga berperan aktif dalam praktik pemerasan terhadap pejabat daerah.

Baca Juga :  Warga Ungkap Kepribadian Dua Remaja Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Lahan Bekas Kampung Gajah

Kasus ini bermula setelah pelantikan sejumlah Kepala OPD pada Desember 2025. Setelah dilantik, para pejabat tersebut dipanggil satu per satu oleh Bupati Gatut dan diminta menandatangani dua dokumen penting.

Dokumen pertama berisi pernyataan pengunduran diri dari jabatan dan status sebagai ASN jika tidak mampu menjalankan tugas. Surat tersebut sudah bermeterai, namun tidak mencantumkan tanggal. Salinan surat juga tidak diberikan kepada para pejabat.

Dokumen kedua adalah surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas pengelolaan anggaran di masing-masing instansi. Melalui surat ini, para pejabat diminta menanggung seluruh risiko terkait penggunaan anggaran.

Proses penandatanganan dilakukan di ruangan khusus dengan pengawasan ajudan. Para pejabat bahkan tidak diperkenankan membawa telepon genggam, sehingga tidak dapat mendokumentasikan dokumen tersebut.

Dalam pengembangannya, KPK mengungkap bahwa Gatut menargetkan pengumpulan dana hingga Rp5 miliar dari para Kepala OPD. Namun, hingga saat OTT dilakukan, jumlah yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,7 miliar.

Baca Juga :  Kemendag Pastikan Pasokan Pangan Nasional Stabil Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Besaran uang yang diminta bervariasi, mulai dari Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar per pejabat. Uang tersebut dikumpulkan melalui ajudan bupati, yakni Dwi Yoga, dengan bantuan pihak lain.

Tekanan yang diberikan membuat sejumlah Kepala OPD terpaksa mencari dana dengan berbagai cara, termasuk meminjam uang dan menggunakan dana pribadi.

KPK menilai praktik ini berpotensi memicu tindak pidana korupsi lanjutan, seperti pengaturan proyek dan penerimaan gratifikasi, demi memenuhi permintaan setoran.

Pihak KPK menegaskan bahwa kepala daerah telah memiliki hak keuangan resmi, baik berupa gaji maupun dana operasional. Oleh karena itu, tindakan meminta uang kepada perangkat daerah untuk kepentingan pribadi dinilai sebagai pelanggaran hukum serius.

Berita Terkait

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan
Polemik Yayasan Nurul Quran Kerinci Memanas, Aderman dan Yayasan Beda Versi soal Rapat Perubahan Akta”

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai

Berita Terbaru