Polisi Gagalkan Pengiriman 2,3 Kilogram Emas Ilegal di Bungo, Tiga Pelaku Diamankan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO, Pribhumi.com – Aparat kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman 2,3 kilogram emas yang diduga berasal dari aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Bungo, Jambi. Emas berbentuk delapan keping tersebut rencananya akan dikirim ke wilayah Sumatera Utara.

Kapolres Bungo, Zamri Elfino, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Polisi mengamankan tiga orang pelaku beserta barang bukti emas seberat 2,3 kilogram.

“Benar, barang bukti 2,3 kilogram emas akan dikirim ke wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Zamri, Senin (25/5/2026).

Pengungkapan kasus bermula saat anggota kepolisian melakukan patroli rutin dan menemukan sebuah mobil yang mencurigakan. Kendaraan tersebut diketahui menggunakan pelat nomor yang telah diganti.

Baca Juga :  Dewan Pers Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta di Era AI

Petugas kemudian melakukan pembuntutan hingga kendaraan itu berhasil dihentikan di kawasan Jalan Lintas Sumatera KM 1 Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap kendaraan dan tiga orang di dalamnya, polisi menemukan delapan keping emas yang dibungkus plastik putih dan dilapisi plastik hitam.

Ketiga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Bungo guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Perambahan Meluas di TNKS: 49 Hektar Hutan Hilang, Kawasan Konservasi Sumatera Terancam

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengembangan untuk menelusuri asal-usul emas tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan tambang emas ilegal lainnya.

“Untuk nilai emasnya belum bisa dipastikan karena masih dalam proses pemeriksaan dan pengecekan lebih lanjut,” tambah Zamri.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan
Polemik Yayasan Nurul Quran Kerinci Memanas, Aderman dan Yayasan Beda Versi soal Rapat Perubahan Akta”

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai

Berita Terbaru