Tradisi “Njuk Tau Nenghi” Sambut Idul Adha Tetap Dilestarikan di Tigo Luhah Semurup

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Tradisi adat “Njuk Tau Nenghi” kembali dilaksanakan masyarakat adat Pemuncak Tanah Mendapo Tigo Luhah Semurup (TLS) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan ibadah qurban di wilayah adat tersebut. “Njuk Tau” sendiri merupakan bentuk pemberitahuan dari masyarakat atau peserta qurban kepada para pemangku adat yang memegang amanah kampung dan negeri.

Dalam adat setempat, para pemangku adat memiliki peran membimbing serta mengarahkan anak kemenakan dalam kehidupan bermasyarakat di negeri yang berlandaskan adat dan nilai kebersamaan.

Baca Juga :  Pendaki Tersambar Petir di Gunung Monrolo Maros, Satu Orang Meninggal Dunia

Khusus di Desa Muara Semerah dan Muara Semerah Mudik, tradisi “Njuk Tau Nenghi” digelar pada Sabtu (23/5/2026) di Masjid Baitarrahim dengan dihadiri masyarakat, tokoh adat, Alim Ulama, cendikia, Pemuda, perangkat desa, serta pengurus masjid.

Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari pengurus masjid, dilanjutkan sambutan kepala desa, kemudian ditutup dengan penyampaian seloka adat oleh pemangku adat sebagai simbol penghormatan terhadap nilai budaya yang masih dijaga hingga kini.

Baca Juga :  Ombudsman Jambi dan KPK Perkuat Sinergi Cegah Korupsi di Sektor Pelayanan Publik

Kepala Desa Muara Semerah dan Muara Semerah Mudik yang diwakili oleh Vasihan Yama Putra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang masih mempercayakan pelaksanaan ibadah qurban melalui pemerintah desa dan panitia setempat.

Menurut mereka, tradisi “Njuk Tau Nenghi” tidak hanya menjadi bagian dari adat istiadat, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB