KERINCI, Pribhumi.com – Tradisi adat “Njuk Tau Nenghi” kembali dilaksanakan masyarakat adat Pemuncak Tanah Mendapo Tigo Luhah Semurup (TLS) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan ibadah qurban di wilayah adat tersebut. “Njuk Tau” sendiri merupakan bentuk pemberitahuan dari masyarakat atau peserta qurban kepada para pemangku adat yang memegang amanah kampung dan negeri.
Dalam adat setempat, para pemangku adat memiliki peran membimbing serta mengarahkan anak kemenakan dalam kehidupan bermasyarakat di negeri yang berlandaskan adat dan nilai kebersamaan.
Khusus di Desa Muara Semerah dan Muara Semerah Mudik, tradisi “Njuk Tau Nenghi” digelar pada Sabtu (23/5/2026) di Masjid Baitarrahim dengan dihadiri masyarakat, tokoh adat, Alim Ulama, cendikia, Pemuda, perangkat desa, serta pengurus masjid.
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari pengurus masjid, dilanjutkan sambutan kepala desa, kemudian ditutup dengan penyampaian seloka adat oleh pemangku adat sebagai simbol penghormatan terhadap nilai budaya yang masih dijaga hingga kini.
Kepala Desa Muara Semerah dan Muara Semerah Mudik yang diwakili oleh Vasihan Yama Putra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang masih mempercayakan pelaksanaan ibadah qurban melalui pemerintah desa dan panitia setempat.
Menurut mereka, tradisi “Njuk Tau Nenghi” tidak hanya menjadi bagian dari adat istiadat, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Editor : Safwandi., Dpt






