Sungai Penuh, Pribhumi.com — Sebuah peninggalan bersejarah berupa prasasti bertuliskan aksara rencong (incung), ditemukan dan disimpan oleh Datuk Caya Depati Kodrat di Dusun Baru, kawasan Mendapo Limo Dusun. Prasasti ini ditulis pada media tanduk dan menjadi bukti penting tradisi tulis masyarakat Kerinci pada masa lampau.
Isi prasasti tersebut memuat catatan silsilah, gelar adat, serta hubungan kekerabatan tokoh utama bernama Datuk Caya Depati. Ia disebut sebagai pemimpin adat yang memiliki kedudukan penting di Kuta Pandan (koto Pandan), dan wilayah sekitarnya. Dalam teks juga dijelaskan tentang garis keturunannya, termasuk anak-anak dan istri, yang menunjukkan sistem kekeluargaan dan struktur sosial masyarakat saat itu.
Selain itu, prasasti ini turut menyebut sejumlah gelar adat seperti depati, malin, dan sutan. Gelar-gelar ini menandakan peran dan kedudukan seseorang dalam tatanan adat. Terdapat pula keterangan mengenai perpindahan tempat, hubungan antar wilayah seperti Kuta Pandan dan Kuta Pinang, serta dinamika kepemimpinan dalam komunitas tersebut.
Beberapa bagian teks menggambarkan kondisi tertentu, termasuk peristiwa yang berkaitan dengan keberlangsungan keturunan, kepemimpinan, dan penyebutan jumlah anak dalam keluarga. Namun, karena kondisi prasasti yang sudah tua, terdapat bagian tulisan yang tidak terbaca secara utuh.
Keterangan:
Prasasti ini diyakini berasal dari tradisi masyarakat Kerinci kuno yang telah mengenal sistem pencatatan menggunakan aksara incung. Media tanduk yang digunakan menunjukkan teknik penulisan tradisional yang khas. Isi prasasti tidak hanya berfungsi sebagai catatan sejarah keluarga, tetapi juga sebagai legitimasi adat dan penanda status sosial dalam masyarakat. Hingga kini, benda tersebut masih disimpan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan budaya lokal yang bernilai tinggi.
Sumber Berita: Tambo Kerinci, Disimpan oleh Datuk Caya Depati kodrat, Dusun Baru Sungai Penuh:






