Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Indonesia memastikan penanganan kasus penganiayaan terhadap seorang tenaga kerja wanita (TKW) berinisial YY di Malaysia terus berjalan. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan negara tetap hadir memberikan perlindungan, termasuk pendampingan hukum, meski korban diketahui bekerja melalui jalur nonprosedural.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa YY saat ini telah mendapat penanganan dari perwakilan Republik Indonesia di Malaysia. Pemerintah juga menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang setempat, sembari memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi.

“Pemerintah memastikan korban mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum yang dibutuhkan selama proses penyelesaian kasus berlangsung,” ujar Mukhtarudin.

Selain pendampingan hukum, pemerintah juga menyiapkan proses pemulangan korban ke Indonesia setelah seluruh tahapan hukum di Malaysia selesai. Keselamatan serta kondisi korban menjadi perhatian utama dalam penyelesaian perkara tersebut.

Baca Juga :  Trump Peringatkan NATO soal Selat Hormuz: Jika Tak Membantu, Masa Depan Aliansi Bisa Terancam

Mukhtarudin menjelaskan, berdasarkan informasi awal, YY bekerja di Malaysia melalui jalur nonprosedural. Namun, kondisi tersebut tidak menghapus tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri.

Ia menilai kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar menggunakan jalur resmi. Melalui prosedur yang benar, pekerja migran akan memperoleh perlindungan yang lebih maksimal.

Kementerian P2MI juga akan memberikan pendampingan lanjutan setelah korban kembali ke Tanah Air. Jika YY nantinya ingin kembali bekerja di luar negeri, pemerintah akan mengarahkan agar dilakukan melalui mekanisme resmi.

Baca Juga :  PBB Soroti Dampak Serangan Rusia, Jutaan Warga Ukraina Kehilangan Akses Pemanas dan Air Bersih

Sebelumnya, YY dilaporkan mengalami dugaan kekerasan oleh majikannya di Malaysia. Kasus tersebut mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan korban mengalami tindakan kekerasan oleh sejumlah orang.

Dalam video tersebut, korban terlihat berada dalam kondisi tidak berdaya saat mengalami pemukulan. Aparat kepolisian Malaysia kemudian menangkap beberapa pihak yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di Malaysia turut memberikan pendampingan kepada YY. Pemerintah memastikan proses hukum dan perlindungan terhadap korban terus dikawal hingga selesai.

Berita Terkait

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer

Berita Terbaru