Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, Pribhumi.com – Pemerintah Iran akhirnya mulai memulihkan akses internet setelah pemadaman nasional yang berlangsung selama 88 hari. Banyak warga menggambarkan momen tersebut sebagai kebebasan setelah lama terisolasi dari dunia luar.

Seorang warga Iran mengaku sangat emosional ketika akhirnya bisa kembali membuka situs internet dan menggunakan aplikasi pesan seperti Telegram serta WhatsApp.

“Rasanya seperti seorang tahanan yang baru dibebaskan dan kembali melihat langit,” ujarnya kepada program Middle East Daily BBC.

Ia mengatakan kebahagiaannya sulit digambarkan ketika notifikasi ponselnya kembali bermunculan setelah berbulan-bulan tanpa koneksi. Bahkan, daftar pembaruan aplikasi yang muncul di perangkatnya membuat dirinya hampir menangis karena terharu.

Pemadaman internet dilakukan pemerintah Iran setelah pecah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Pemerintah beralasan langkah tersebut diperlukan untuk mencegah pengawasan asing, spionase, dan ancaman serangan siber.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyebut pemerintah telah memulai langkah menuju akses internet yang “bebas dan terkelola” sesuai arahan Presiden Masoud Pezeshkian.

Menurutnya, pemulihan akses digital penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Meski demikian, banyak warga menilai akses internet yang kembali tersedia masih dibayangi pembatasan ketat. Sejumlah platform digital tetap diblokir dan koneksi di beberapa wilayah masih belum stabil.

Baca Juga :  PBB Dukung Kemerdekaan Palestina, Babak Baru Hukum Internasional Terbuka

Seorang warga lainnya mengatakan bahwa tiga bulan tanpa internet menjadi masa yang sangat berat, terutama karena mereka tidak bisa menghubungi keluarga di luar negeri selama perang berlangsung.

“Kami tahu mereka sangat khawatir, tetapi kami bahkan tidak bisa memberi kabar bahwa kami aman,” katanya.

Pemulihan internet juga membawa harapan bagi pelaku bisnis daring yang sempat lumpuh selama pemadaman berlangsung. Mahasiswa ilmu komputer bernama Pantea mengaku senang karena toko online miliknya kini bisa kembali beroperasi.

Namun, ia tetap menyoroti persoalan sensor internet yang dinilai menjadi hambatan utama bagi aktivitas digital di Iran.

Mahasiswa lainnya, Rastin, mengatakan pembatasan internet sangat berdampak terhadap pelaku usaha online yang bergantung penuh pada koneksi digital untuk menjalankan bisnis mereka.

Kelompok pemantau internet NetBlocks mencatat bahwa meski konektivitas mulai pulih, pemerintah Iran justru menerapkan penyaringan layanan yang lebih luas dibanding sebelumnya.

Mereka menyebut sejumlah aplikasi pesan dan toko aplikasi kini menghadapi pembatasan baru yang lebih ketat.

Di sisi lain, layanan Proton VPN melaporkan lonjakan pendaftaran hingga 6.000 persen sejak akses internet mulai dibuka kembali. Banyak warga Iran diketahui menggunakan VPN dan perangkat internet satelit untuk menghindari sensor pemerintah.

Baca Juga :  Jejak Awal Kehidupan Darat: Inilah Tumbuhan Pertama di Bumi dan Perannya dalam Evolusi

Sebagian warga mengaku internet rumah sudah kembali tersambung, namun layanan data seluler melalui kartu SIM masih belum berfungsi normal.

Keluhan juga datang dari generasi muda Iran yang merasa lelah menghadapi tekanan ekonomi, sanksi internasional, serta akses internet yang terus dibatasi.

“Kami benar-benar lelah dengan semua ini. Harga mahal, sanksi, dan internet yang buruk. Saya tidak bisa hidup seperti ini lagi,” tulis seorang remaja 17 tahun di Teheran.

Kembalinya koneksi internet juga menjadi kabar menggembirakan bagi diaspora Iran di luar negeri yang akhirnya bisa kembali mencoba menghubungi keluarga mereka.

Komedian dan penulis Inggris kelahiran Iran, Shaparak Khorsandi, mengaku masih kesulitan menghubungi bibinya di Iran. Namun, ia mengatakan banyak keluarga Iran kini merasa lega karena komunikasi perlahan mulai kembali normal.

Ia juga membagikan pesan menyentuh dari pamannya yang mengirim ucapan ulang tahun untuk dirinya sendiri karena tahu keluarganya tidak bisa menghubunginya selama pemadaman internet.

Menurut Khorsandi, momen tersebut menunjukkan bagaimana warga Iran tetap berusaha saling menguatkan di tengah keterbatasan dan situasi yang penuh tekanan.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB