Jejak Awal Kehidupan Darat: Inilah Tumbuhan Pertama di Bumi dan Perannya dalam Evolusi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com — Jauh sebelum dinosaurus muncul, sekitar 500 juta tahun silam, daratan bumi masih tandus dan belum ditumbuhi tanaman. Pada masa itu, seluruh kehidupan berpusat di lautan. Lalu, bagaimana tumbuhan pertama bisa muncul dan mengubah wajah bumi?

Seorang ahli geologi sekaligus dosen geografi dari New York University, Erin Potter, menjelaskan bahwa salah satu tonggak terpenting dalam sejarah bumi adalah saat tumbuhan mulai menjajah daratan. Peristiwa ini memicu peningkatan kadar oksigen di atmosfer dan menjadi dasar terbentuknya ekosistem darat seperti yang dikenal saat ini.

Awal Mula: Kehidupan dari Alga Laut

Pada fase awal kehidupan, organisme hidup berkembang di dalam air, termasuk alga hijau mikroskopis. Alga ini telah ada lebih dari satu miliar tahun lalu dan memiliki kemampuan fotosintesis—menghasilkan energi sekaligus melepaskan oksigen ke lingkungan.

Aktivitas fotosintesis dari alga dan bakteri penghasil oksigen secara bertahap meningkatkan kadar oksigen di atmosfer. Peristiwa ini dikenal sebagai oksigenasi besar, yang kemudian membuka jalan bagi evolusi makhluk hidup yang lebih kompleks.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada 2015 menunjukkan bahwa tumbuhan mulai merambah daratan sekitar 470 juta tahun lalu. Mereka berasal dari perairan dangkal di wilayah pesisir, yang membuatnya terbiasa terpapar udara sehingga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan darat.

Baca Juga :  Komdigi Ultimatum Wikimedia: Terancam Diblokir Jika Tak Daftar PSE dalam 7 Hari

Adaptasi untuk Bertahan di Darat

Perjalanan menuju daratan bukan hal mudah. Tumbuhan harus mengembangkan berbagai adaptasi agar bisa bertahan hidup. Salah satu inovasi penting adalah terbentuknya lapisan lilin (kutikula) yang berfungsi mencegah kehilangan air.

Selain itu, tumbuhan juga mulai mengembangkan struktur yang lebih kuat untuk menopang tubuh melawan gravitasi, serta membentuk akar sederhana (rizoid) guna menyerap air dan nutrisi dari tanah.

Bentuk awal tumbuhan darat diperkirakan mirip lumut modern—kecil, sederhana, dan tumbuh dekat permukaan tanah.

Para ilmuwan menemukan fosil tumbuhan darat tertua bernama Cooksonia, yang hidup sekitar 430 juta tahun lalu. Tingginya hanya sekitar 5 cm dengan batang bercabang, namun memiliki peran penting dalam pembentukan tanah subur melalui proses pelapukan batuan.

Evolusi Menuju Tumbuhan Modern

Seiring waktu, tumbuhan terus berevolusi dengan mengembangkan jaringan pembuluh (vaskular) yang memungkinkan distribusi air dari akar ke seluruh bagian tubuh. Inovasi ini memungkinkan tumbuhan tumbuh lebih tinggi dan lebih kompleks.

Baca Juga :  Mengejutkan! dugaan pungli berkedok retribusi selama belasan tahun Untuk Apa dan Siapa ?

Sekitar 360 juta tahun lalu, bumi mulai dipenuhi hutan lebat yang didominasi pakis raksasa setinggi hingga 30 meter. Sisa-sisa tumbuhan yang mati kemudian tertimbun dan dalam jangka panjang membentuk batu bara, yang kini menjadi sumber energi penting.

Perkembangan berikutnya adalah munculnya biji sekitar 380 juta tahun lalu. Biji memberikan perlindungan bagi embrio tanaman dan meningkatkan peluang bertahan hidup dalam kondisi kering.

Kemudian, sekitar 140 juta tahun lalu, tumbuhan berbunga atau angiosperma mulai berkembang. Bunga menarik hewan seperti serangga dan burung untuk membantu penyerbukan, sementara buah berfungsi melindungi dan menyebarkan biji.

Peran Penting Tumbuhan bagi Kehidupan

Dari organisme sederhana di laut hingga menjadi hutan lebat di daratan, tumbuhan telah mengalami evolusi panjang yang luar biasa. Perannya tidak hanya sebagai produsen oksigen, tetapi juga sebagai fondasi utama bagi ekosistem bumi.

Tanpa keberadaan tumbuhan, kehidupan seperti yang kita kenal saat ini mungkin tidak akan pernah ada.

 

Berita Terkait

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya
Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya
Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Malware Hirudo Sasar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Pengguna Android Wajib Waspada
Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI
Cara Membuat Urap Sayur yang Lezat, Rahasia Bumbunya Ada pada Kencur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:31 WIB

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Berita Terbaru