Malware Hirudo Sasar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Pengguna Android Wajib Waspada

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com– Pengguna ponsel Android di Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman malware bernama Hirudo. Perangkat lunak berbahaya ini dilaporkan menargetkan delapan aplikasi mobile banking dari tujuh bank di Indonesia, dengan kemampuan mencuri informasi rahasia serta memanipulasi aplikasi perbankan yang terpasang di perangkat korban.

Temuan tersebut diungkap perusahaan keamanan siber ThreatFabric dalam laporan yang diterbitkan pada 14 Oktober 2026. Laporan itu menjelaskan bahwa Hirudo memiliki kemampuan untuk mencoba mengganti aplikasi perbankan resmi dengan versi yang telah dimodifikasi agar pemeriksaan keamanan tertentu dapat dilewati.

“”Hirudo berupaya mengganti aplikasi perbankan itu sendiri dengan salinan yang dimodifikasi, yang secara diam-diam menonaktifkan pemeriksaan keamanan milik bank dari dalam aplikasi,” demikian penjelasan ThreatFabric sebagaimana dikutip BleepingComputer pada Kamis (15/10/2026).

Peneliti mengidentifikasi delapan aplikasi perbankan Indonesia yang telah disiapkan versi penggantinya. Namun, nama bank yang menjadi sasaran tidak dipublikasikan dalam laporan tersebut.

Temuan ini perlu menjadi perhatian pengguna layanan perbankan digital. Meski demikian, keberadaan aplikasi bank dalam daftar target tidak otomatis berarti sistem bank terkait telah berhasil diretas. Ancaman yang dijelaskan terutama menyasar perangkat Android milik nasabah.

Hirudo Menyamar sebagai Aplikasi Belanja dan Hiburan

Hirudo dikategorikan sebagai remote access trojan (RAT), yaitu jenis malware yang dapat memberikan kemampuan akses atau kendali jarak jauh kepada pelaku setelah perangkat korban terinfeksi.

Menurut laporan ThreatFabric, malware ini disebarkan melalui aplikasi yang menyamar sebagai layanan belanja dan hiburan. Sejumlah nama aplikasi yang disebut dalam laporan meliputi Shopora, 1V1 X, ZoyaTV, dan KoiShort.

Sebagian aplikasi tersebut dilaporkan menampilkan katalog belanja atau konten hiburan yang tampak wajar. Hal ini berpotensi membuat pengguna tidak menyadari adanya komponen berbahaya di balik fungsi aplikasi yang terlihat normal.

Setelah aplikasi dijalankan, pengguna dapat menerima pemberitahuan pembaruan palsu yang mendorong pemasangan komponen tambahan. Jika mengikuti instruksi tersebut, perangkat berisiko terpapar malware.

Hirudo juga dapat meminta izin sensitif, termasuk Accessibility pada sistem Android. Fitur ini sebenarnya dirancang untuk membantu pengguna mengakses perangkat, tetapi dapat disalahgunakan oleh aplikasi berbahaya untuk membaca tampilan layar, menjalankan tindakan tertentu, dan mengendalikan interaksi pada perangkat.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memberikan izin aksesibilitas kepada aplikasi yang tidak memiliki kebutuhan jelas terhadap fitur tersebut.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Menargetkan Delapan Aplikasi Perbankan Indonesia

Dalam analisisnya, ThreatFabric menemukan daftar 42 aplikasi keuangan yang menjadi sasaran Hirudo. Delapan aplikasi perbankan Indonesia di antaranya dilaporkan telah memiliki paket instalasi Android atau APK pengganti yang disiapkan secara khusus.

Ketika mendeteksi aplikasi perbankan yang masuk dalam daftar target, malware dapat menampilkan pemberitahuan pembaruan palsu. Pengguna kemudian diarahkan untuk mengganti aplikasi resmi dengan versi yang telah dimodifikasi.

Upaya tersebut memanfaatkan kemiripan identitas aplikasi agar proses penggantian tampak meyakinkan bagi korban.

Namun, proses pemasangan tidak selalu berlangsung tanpa hambatan. Android menerapkan mekanisme keamanan tanda tangan digital yang dapat menghalangi pemasangan aplikasi dengan identitas penandatangan berbeda di atas aplikasi resmi yang sudah terpasang.

Dalam skenario yang dijelaskan peneliti, aplikasi resmi perlu dihapus sebelum versi dengan tanda tangan berbeda dapat dipasang. Tahapan ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyadari kejanggalan dan menghentikan proses tersebut.

Setelah aplikasi pengganti terpasang, Hirudo dilaporkan menggunakan teknik manipulasi perangkat lunak, termasuk hooking berbasis YAHFA dan Dobby. Teknik tersebut digunakan untuk memengaruhi pemeriksaan keamanan aplikasi, termasuk pemeriksaan tanda tangan digital, Accessibility, perekaman layar, dan Google Play Integrity.

Tujuannya adalah membuat aplikasi yang telah dimodifikasi tampak seolah-olah memenuhi pemeriksaan keamanan tertentu.

Berpotensi Mencuri PIN dan Memantau Aktivitas Perangkat

Ancaman Hirudo tidak terbatas pada upaya mengganti aplikasi perbankan. Berdasarkan laporan yang dikutip, malware ini memiliki sejumlah kemampuan yang dapat membahayakan privasi dan keamanan finansial pengguna.

Kemampuan yang dilaporkan meliputi:

1. Mengumpulkan informasi login dan PIN. Malware dapat memanfaatkan halaman pembayaran palsu untuk mengelabui pengguna agar memasukkan informasi rahasia.

2. Membaca pesan SMS. Akses terhadap pesan dapat membuka peluang penyalahgunaan informasi sensitif yang diterima melalui perangkat.

3. Mengumpulkan informasi pembuka kunci layar. Informasi tersebut dapat meningkatkan risiko jika digunakan untuk mengakses perangkat tanpa izin.

4. Memantau aktivitas layar. Teknologi WebRTC dilaporkan digunakan untuk mendukung pemantauan layar secara langsung.

5. Mengakses kamera perangkat. Malware disebut memiliki kemampuan mengakses kamera depan maupun belakang setelah memperoleh izin atau akses yang diperlukan.

Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi pribadi dan mendukung penipuan finansial. Tingkat keberhasilan setiap kemampuan bergantung pada kondisi perangkat, izin yang diperoleh, serta mekanisme perlindungan yang masih aktif.

Baca Juga :  Fantastis! Mangga Raksasa Dijual Hingga Rp500 Ribu per Buah

ThreatFabric juga melaporkan penemuan ribuan catatan kredensial dalam infrastruktur yang terkait dengan Hirudo. Meski demikian, jumlah korban sebenarnya, termasuk pengguna di Indonesia, belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Selain Indonesia, kampanye malware ini dilaporkan menargetkan layanan keuangan di sejumlah negara lain, termasuk China, India, Meksiko, Maroko, dan Thailand.

Langkah Melindungi Ponsel Android dari Hirudo

Pengguna dapat mengurangi risiko infeksi malware dengan menerapkan sejumlah langkah pencegahan berikut.

1. Unduh aplikasi dari sumber resmi

Gunakan Google Play Store atau kanal resmi pengembang. Hindari memasang APK yang dikirim melalui pesan, situs tidak dikenal, atau tautan yang tidak dapat diverifikasi.

2. Periksa izin aplikasi

Jangan memberikan izin Accessibility, akses SMS, kamera, atau fitur sensitif lainnya jika tidak sesuai dengan fungsi aplikasi. Periksa kembali izin yang sudah diberikan melalui pengaturan perangkat.

3. Aktifkan Google Play Protect

Pastikan fitur perlindungan aplikasi tersedia dan aktif. Perbarui sistem Android serta aplikasi secara berkala untuk memperoleh perbaikan keamanan terbaru yang didukung perangkat.

4. Waspadai permintaan pembaruan mencurigakan

Jangan menghapus aplikasi perbankan resmi hanya karena muncul instruksi pembaruan dari aplikasi atau pemberitahuan yang tidak dapat diverifikasi. Periksa pembaruan melalui toko aplikasi resmi atau kanal resmi bank.

5. Jangan memasukkan PIN melalui halaman yang mencurigakan

Periksa keaslian aplikasi dan tujuan permintaan informasi sebelum memasukkan PIN, kata sandi, kode verifikasi, atau data perbankan lainnya. Jangan pernah membagikan kode rahasia kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

6. Bertindak cepat jika menemukan aktivitas tidak wajar

Jika terdapat transaksi yang tidak dikenal atau perangkat menunjukkan tanda-tanda terinfeksi, segera hubungi bank melalui saluran resmi untuk mengamankan rekening. Gunakan perangkat lain yang tepercaya untuk mengganti kata sandi dan mengamankan akun.

Pengguna juga dapat meminta bantuan teknisi atau layanan resmi untuk memeriksa perangkat. Hindari menggunakan ponsel yang dicurigai terinfeksi untuk mengakses layanan keuangan sampai keamanannya dipastikan.

Ancaman Hirudo menunjukkan bahwa keamanan transaksi digital tidak hanya bergantung pada sistem perbankan, tetapi juga pada perlindungan perangkat yang digunakan nasabah. Kewaspadaan terhadap aplikasi palsu, izin berlebihan, dan permintaan pembaruan mencurigakan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data pribadi serta rekening. (Hst)

Berita Terkait

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya
Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya
Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI
Cara Membuat Urap Sayur yang Lezat, Rahasia Bumbunya Ada pada Kencur
Cara Otak Menyimpan Informasi Baru Tanpa Menghapus Ingatan Lama Terungkap

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:31 WIB

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB

Nasional

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:47 WIB