JAKARTA, Pribhumi.com – Keramik lantai rumah yang tiba-tiba terangkat, berbunyi keras, atau bahkan pecah perlu diwaspadai. Kondisi yang dikenal sebagai tile popping ini dapat terjadi secara mendadak dan berpotensi membahayakan penghuni rumah jika berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian.
Fenomena tersebut terjadi ketika ubin kehilangan kestabilan atau mengalami tekanan dari bagian bawah maupun akibat perubahan kondisi pemasangannya. Dalam sejumlah kasus, keramik dapat terangkat disertai suara keras, bahkan pecahannya terpental ke sekitar.
Karena itu, penghuni rumah disarankan tidak langsung menginjak keramik yang terangkat atau mencoba menahannya dengan benda berat. Langkah paling aman adalah menjauh dari area tersebut dan memastikan orang lain tidak mendekat.
Kontraktor dari Rebuild, Wildan, menjelaskan bahwa tindakan memberikan beban tambahan pada keramik yang sedang terangkat justru berisiko memperparah keadaan. Ubin yang mendapat tekanan dapat pecah dan membahayakan orang di sekitarnya.
Dua Faktor yang Bisa Menyebabkan Keramik Terangkat
Ada beberapa faktor yang dapat memicu keramik lantai mengalami popping. Penyebab pastinya perlu diketahui melalui pemeriksaan kondisi lantai dan struktur bangunan.
1. Pergerakan atau Penurunan Tanah
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah perubahan kondisi tanah di bawah bangunan. Penurunan atau pergerakan tanah dapat memengaruhi kestabilan lantai dan mengubah tekanan pada lapisan pemasangan keramik.
Ketika lantai mengalami perubahan posisi, ubin yang sebelumnya terpasang rata dapat menerima tekanan yang tidak merata. Akibatnya, keramik berpotensi terangkat atau terlepas dari lapisan perekatnya.
Menurut Wildan, kondisi tersebut dapat terjadi pada lantai dasar rumah, termasuk bangunan bertingkat yang mengalami penurunan pada bagian tertentu.
Apabila pergerakan tanah berkaitan dengan masalah struktur bangunan, perbaikan keramik saja belum tentu menyelesaikan persoalan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kerusakan pada bagian lantai atau fondasi.
2. Tekanan dari Bawah Lantai
Faktor lainnya adalah adanya tekanan dari bawah lantai, termasuk kemungkinan kondisi tanah atau gas bawah tanah tertentu. Namun, keberadaan gas atau sumber panas tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan keramik yang terangkat.
Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Dengan demikian, perbaikan dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang ditemukan, bukan sekadar dugaan.
Selain kedua faktor tersebut, kondisi pemasangan, perubahan suhu, dan ruang pemuaian yang tidak memadai juga dapat berkontribusi terhadap terangkatnya keramik. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting sebelum menentukan metode perbaikan.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Keramik Mendadak Terangkat?
Jika keramik di rumah tiba-tiba terangkat, penghuni sebaiknya tidak terburu-buru melakukan perbaikan sendiri.
Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko:
• Menjauh dari lokasi. Jangan menginjak, menekan, atau berdiri di atas keramik yang terangkat.
• Jauhkan anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Batasi akses ke area tersebut, terutama jika ubin sudah retak atau pecah.
• Jangan menindih keramik dengan benda berat. Tekanan tambahan berisiko membuat ubin pecah atau terlepas.
• Periksa kondisi dari jarak aman. Jika terlihat keretakan pada lantai, dinding, atau bagian bangunan lainnya, jangan memasuki area yang diduga tidak stabil.
• Hubungi tenaga profesional. Mintalah kontraktor atau arsitek memeriksa kondisi lantai. Jika terdapat indikasi pergerakan tanah atau kerusakan struktur, libatkan ahli struktur atau geoteknik.
Area baru boleh diperbaiki setelah kondisi dinyatakan aman dan penyebab masalahnya telah dievaluasi.
Keramik Terangkat Harus Segera Diperiksa
Wildan menyarankan agar pemilik rumah menghubungi arsitek atau kontraktor setelah kondisi memungkinkan untuk diperiksa. Jika penyebabnya diduga berasal dari tanah atau struktur bangunan, pemeriksaan tambahan perlu dilakukan agar masalah tidak berulang.
Perbaikan sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemasangan kembali ubin. Tenaga profesional perlu menilai kondisi lapisan perekat, permukaan lantai, ruang pemuaian, dan kemungkinan pergerakan struktur.
Apabila ditemukan kerusakan berat pada struktur bangunan, penanganannya bisa lebih kompleks daripada sekadar mengganti keramik. Dalam kondisi tertentu, diperlukan evaluasi menyeluruh mengenai keamanan bangunan sebelum renovasi dilanjutkan.
Berapa Biaya Memperbaiki Keramik yang Terangkat?
Biaya perbaikan bergantung pada luas lantai yang rusak, jenis ubin, tingkat kesulitan pekerjaan, serta penyebab utama kerusakan.
Berdasarkan perkiraan yang disampaikan Wildan, biaya borongan untuk membongkar dan memasang kembali ubin granit berada pada kisaran Rp500.000 hingga Rp550.000 per meter persegi.
Pengerjaan dapat menggunakan teknik pemasangan khusus, termasuk metode injeksi apabila sesuai dengan kondisi kerusakan dan rekomendasi teknis.
Angka tersebut merupakan estimasi, bukan harga tetap untuk semua jenis pekerjaan.
Biaya pemeriksaan struktur, perbaikan tanah, penggantian material, maupun pekerjaan tambahan lainnya dapat membuat total pengeluaran berbeda.
Sebelum menyetujui pekerjaan, pemilik rumah sebaiknya meminta pemeriksaan langsung dan rincian biaya dari penyedia jasa.
Jangan Hanya Mengganti Keramik, Cari Tahu Penyebabnya
Keramik yang terangkat bukan sekadar persoalan tampilan rumah. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah pemasangan, perubahan suhu, atau gangguan pada lantai dan struktur bangunan.
Penanganan yang tepat perlu dimulai dengan mengamankan area, memeriksa penyebab, kemudian menentukan metode perbaikan yang sesuai.
Dengan tidak menginjak keramik yang terangkat dan segera meminta bantuan tenaga profesional, penghuni rumah dapat mengurangi risiko cedera sekaligus mencegah kerusakan yang lebih luas. (Hst)






