JAMBI, Pribhumi.com – Gubernur Jambi Al Haris resmi melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Dalam pelantikan tersebut, Al Haris menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sarana untuk kepentingan pribadi maupun penyalahgunaan kewenangan.
Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (16/7/2026) malam, merupakan hasil seleksi terbuka (open bidding) untuk mengisi sejumlah jabatan strategis yang sebelumnya kosong. Pengisian jabatan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Lima pejabat yang dilantik yakni Umar My sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Nasrul sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Atma Jaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Bustanul Arifin sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi, serta drg. Iwan Hendrawan sebagai Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi.
Dalam arahannya, Al Haris meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing dan menyusun langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis seorang pemimpin, tetapi juga oleh kemampuannya membangun komunikasi, menjaga kekompakan, serta menjadi teladan bagi seluruh aparatur.
“Keberhasilan organisasi bergantung pada soliditas tim. Bangun komunikasi yang baik, satukan visi dan persepsi agar seluruh jajaran bergerak menuju tujuan yang sama. Jangan ada jarak antara pimpinan dan pegawai karena hal itu dapat menurunkan semangat kerja dan kualitas pelayanan,” ujar Al Haris, Jumat (17/7/2026).
Gubernur juga mengingatkan seluruh kepala OPD agar berhati-hati dalam menggunakan kewenangan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan. Ia menegaskan seluruh kebijakan harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Al Haris menilai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah hanya dapat dipertahankan apabila seluruh aparatur bekerja secara profesional, jujur, dan menjunjung tinggi integritas. Karena itu, ia mengingatkan para pejabat agar menjauhkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan jabatan maupun praktik korupsi.
“Jabatan adalah amanah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kepercayaan masyarakat, hindari penyalahgunaan wewenang, serta bekerja secara profesional demi kemajuan Provinsi Jambi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan pemimpin yang mampu bekerja cepat, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah.
Al Haris berharap kelima pejabat yang baru dilantik dapat segera menunjukkan kinerja terbaiknya dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Jambi.
“Saya ingin pejabat yang baru dilantik bekerja cepat, kompak, menjaga integritas, dan menjadikan jabatan ini sebagai sarana melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.






