Ombudsman Jambi dan KPK Perkuat Sinergi Cegah Korupsi di Sektor Pelayanan Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi menerima kunjungan koordinasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah I, Selasa (30/06/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi, khususnya pada sektor pelayanan publik yang menjadi salah satu bidang rawan terjadinya praktik korupsi.

Kunjungan Korsupgah Wilayah I KPK dipimpin oleh Kasatgas Korsupgah Wilayah I, Uding Juharudin, dan diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi bersama jajaran Asisten Ombudsman Jambi.

Uding Juharudin menyampaikan, meskipun KPK berkedudukan di Jakarta, fungsi pengawasan dan pencegahan korupsi tetap menjangkau seluruh daerah. Karena itu, sinergi dengan Ombudsman di tingkat provinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan pelayanan publik.

“Walaupun kita berkantor di Jakarta, pengawasan kita sampai ke daerah. Untuk itu kita perlu bersinergi dengan Ombudsman yang ada di daerah karena memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik,” ujar Uding.

Menurutnya, fungsi pencegahan dan supervisi yang dilakukan KPK bertujuan memberikan edukasi sekaligus mencegah munculnya potensi tindak pidana korupsi. Berdasarkan data yang dimiliki KPK, sektor pelayanan publik masih menjadi salah satu area yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Baca Juga :  Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah

“Dari data yang kita miliki, kasus korupsi terbanyak saat ini berbentuk suap atau gratifikasi dan banyak terjadi di sektor pelayanan publik,” ungkapnya.

Uding menegaskan, koordinasi antara KPK dan Ombudsman di daerah diperlukan agar upaya pencegahan korupsi dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam membangun sistem pelayanan pemerintahan yang transparan dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyatakan Ombudsman mendukung langkah KPK dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, terutama yang berkaitan dengan kualitas pelayanan publik.

Saiful mengungkapkan, persoalan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan masih menjadi tantangan yang harus diperhatikan. Menurutnya, sebagian persoalan muncul karena adanya budaya kerja yang tidak sesuai prosedur serta lemahnya keberanian untuk memperbaiki praktik yang menyimpang.

Baca Juga :  Warga Jambi Jadi Korban Jatuhnya Helikopter di Sekadau, Jenazah Fauzie Dipulangkan

“Banyak penyelenggara pemerintah yang tidak bekerja sesuai prosedur karena tidak terbiasa dengan budaya integritas. Ketika pegawai diminta mengikuti budaya yang salah dan pelanggaran dibiarkan, maka bibit korupsi bisa muncul,” jelas Saiful.

Ia menilai, penguatan pengawasan dan pemberian sanksi yang tegas menjadi bagian penting dalam membangun efek jera. Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus sudah menjadi perhatian publik.

“Belum ada keinginan yang kuat untuk benar-benar memberantas budaya korup. Terkadang setelah viral di media sosial baru dilakukan tindakan seperti pemberian sanksi,” katanya.

Saiful juga menyoroti persoalan apatisme dalam pengawasan. Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran dapat memperbesar peluang terjadinya penyimpangan dalam pelayanan publik.

“Jika banyak terjadi pembiaran, maka pelanggaran dan korupsi akan meningkat. Karena itu pengawasan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Pertemuan antara Ombudsman Jambi dan Korsupgah Wilayah I KPK tersebut turut dihadiri jajaran Asisten Ombudsman serta tim KPK. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi.

Berita Terkait

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen
Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah
Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027
Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang
Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan
ISPU Muaro Jambi Capai 228, Warga Diminta Waspadai Dampak Polusi Udara
Mahasiswa ITB Asal Jambi Meninggal di Cianjur Saat Ikuti Ultra Marathon 2026
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB