Jambi Masuki Puncak Kemarau 2026, BPBD Siagakan 81 Posko Antisipasi Karhutla dan El Nino

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan status kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026. Kondisi cuaca kering yang diperkuat fenomena El Nino dinilai berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, hingga 22 Juni 2026 luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 137,72 hektare. Luasan tersebut diperkirakan masih dapat bertambah apabila kondisi kemarau terus berlangsung disertai minimnya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir September bahkan berlanjut sampai Oktober 2026. Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat kesiapsiagaan untuk mencegah terjadinya karhutla.

“Periode puncak kemarau diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga akhir September, bahkan Oktober 2026. Seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jambi telah membentuk 81 posko siaga karhutla yang tersebar di kabupaten dan kota rawan kebakaran. Pembentukan posko tersebut merupakan arahan Gubernur Jambi guna memperkuat deteksi dini, mempercepat pelaporan, dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Persidangan PJU Kerinci Ungkap Dugaan Skema Pokir dan Fee Proyek

Setiap posko melibatkan unsur BPBD, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni, serta relawan dengan kekuatan sekitar 10 personel. Posko juga dilengkapi peralatan pendukung dan akan beroperasi hingga berakhirnya masa siaga pada 31 Oktober 2026.

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, posko juga berfungsi mempercepat penyampaian laporan kejadian ke Posko Induk di Korem 042/Garuda Putih maupun Posko Udara di Bandara Sultan Thaha Jambi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga terus meningkatkan patroli terpadu, pemantauan titik panas melalui satelit, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Data BPBD mencatat, sejak 1 Januari hingga 29 Juni 2026 terdeteksi sebanyak 1.463 titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP. Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 451 titik. Selanjutnya Muaro Jambi 339 titik, Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi tujuh titik, dan Sungai Penuh satu titik.

Baca Juga :  Pertamina dan Pemprov Jambi Perkuat Sinergi, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman

Sementara itu, luas lahan yang terbakar tersebar di enam daerah. Sarolangun menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar mencapai 44,90 hektare, disusul Batang Hari 36,42 hektare, Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare, Tanjung Jabung Timur 18,80 hektare, Tebo 2,50 hektare, serta Muaro Jambi 1,70 hektare.

BPBD kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah puncak musim kemarau dan pengaruh El Nino yang membuat api lebih mudah menyebar serta berpotensi memicu kabut asap.

“Pencegahan merupakan langkah paling efektif. Kami berharap seluruh upaya mitigasi yang telah dilakukan mampu menekan munculnya titik api dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026,” tutup Bachyuni Deliansyah.

Berita Terkait

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen
Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah
Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027
Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang
Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan
ISPU Muaro Jambi Capai 228, Warga Diminta Waspadai Dampak Polusi Udara
Mahasiswa ITB Asal Jambi Meninggal di Cianjur Saat Ikuti Ultra Marathon 2026
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan

Berita Terbaru