SUNGAI PENUH, Pribhumi.com – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus memperkuat kualitas pembelajaran dengan menggali sumber-sumber sejarah lokal yang otentik. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui wawancara dan diskusi akademik bersama pemerhati adat Kerinci, Safwandi., S.AP., DPT, sebagai bagian dari penyusunan dan pengayaan bahan ajar perkuliahan.
Ketua Program Studi SPI IAIN Kerinci, Jamal Mirdad, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghimpun data dan informasi ilmiah yang akan menjadi referensi utama dalam mata kuliah Peradaban Melayu Kerinci serta Sejarah Kebudayaan Kerinci.
Menurutnya, fokus kajian kali ini diarahkan pada tema “Pemerintahan Tradisional Kerinci”, yang mencakup sejarah terbentuknya sistem pemerintahan adat, struktur kepemimpinan tradisional, hingga nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Kerinci sejak masa lampau.
“Kami ingin menghadirkan bahan ajar yang tidak hanya bersumber dari literatur, tetapi juga diperkuat oleh keterangan para pelaku dan pemerhati adat yang memahami sejarah serta tradisi Kerinci. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan kontekstual,” ujar Jamal Mirdad.
Sementara itu, pemerhati adat Kerinci, Safwandi., S.AP., DPT, menyambut baik langkah akademik yang dilakukan IAIN Kerinci. Menurutnya, pelibatan tokoh adat dan pemerhati sejarah merupakan bagian penting dalam menjaga keaslian informasi mengenai sejarah dan sistem pemerintahan tradisional Kerinci.
“Kerinci memiliki warisan sejarah dan adat yang sangat kaya. Dokumentasi serta pengkajian secara akademik menjadi langkah penting agar pengetahuan ini tidak hilang ditelan zaman dan dapat diwariskan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan,” kata Safwandi.
Ia menambahkan, sistem pemerintahan tradisional Kerinci memiliki karakteristik tersendiri yang berkembang berdasarkan nilai musyawarah, hukum adat, serta kearifan lokal yang telah berlangsung selama berabad-abad. Karena itu, kajian akademik perlu didukung oleh sumber lisan, naskah adat, dan bukti sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, Prodi SPI IAIN Kerinci berharap bahan ajar yang disusun mampu memberikan perspektif yang lebih otentik, valid, dan komprehensif kepada mahasiswa, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pelestarian sejarah, kebudayaan, dan peradaban Melayu Kerinci.






