Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Musyawarah Besar (Mubes) Ke-I Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Ramli Taha, Gelar Depati Penawar Rajo Berjanggut Merah Bertongkat Emas, untuk mendorong penguatan organisasi Debalang di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Sebagai Ketua Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi, Ramli Taha menegaskan pentingnya membangun fondasi organisasi yang kuat dan terstruktur, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Mubes Ke-I Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 28–29 Agustus 2026, di Gedung Graha Ramli Thaha, Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

Mubes perdana tersebut diikuti Ketua dan Sekretaris Debalang Negeri dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Perwakilan Debalang Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga hadir dalam forum yang menjadi ajang konsolidasi organisasi tersebut.

Dalam sambutannya, Ramli Taha menyampaikan bahwa keberadaan Debalang tidak cukup hanya dibangun melalui kepengurusan, tetapi juga membutuhkan fondasi organisasi yang mampu memperkuat kebersamaan, kaderisasi, serta pelestarian nilai-nilai adat Melayu Jambi yang disesuaikan dengan ico pakai disetiap daerah di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Balai Kebudayaan Lampung Segera Berdiri, Fadli Zon Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Pelestarian Warisan Budaya

Menurut Ramli, penguatan struktur Debalang dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi salah satu langkah penting agar organisasi memiliki arah yang jelas dan mampu menjalankan perannya secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang dapat menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat dalam mengenal sekaligus melestarikan tradisi Melayu.

Beberapa gagasan yang disampaikannya antara lain pembentukan persatuan wanita Melayu, pengembangan panahan Debalang serta pencak silat Debalang.

Bagi Ramli, pengembangan kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas organisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kebersamaan, disiplin dan kecintaan terhadap adat serta budaya Melayu Jambi.

Mubes Ke-I ini, lanjutnya, menjadi titik awal untuk membawa Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah memasuki fase penguatan organisasi dengan kepengurusan dan program kerja yang lebih terarah.

Baca Juga :  Ketua Komisi III DPR Usul Larangan Afiliasi Ormas bagi Anggota Polri Masuk RUU Polri

Ia berharap kepengurusan yang lahir dari Mubes tersebut mampu melanjutkan semangat kebersamaan dan memperkuat eksistensi Debalang di tengah masyarakat.

Ramli juga menekankan pentingnya menjaga marwah adat Melayu Jambi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Semoga Debalang semakin luar biasa ke depannya dengan kepengurusan yang baru dan mampu membawa serta menjaga marwah adat Melayu Jambi,” ujarnya.

Dengan digelarnya Mubes Ke-I ini, Ramli Taha berharap Debalang tidak hanya semakin solid secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian adat dan budaya Melayu Jambi.

Mubes tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Ramli Taha dan jajaran Debalang Provinsi Jambi untuk menyatukan langkah, memperkuat jaringan antardaerah, serta membangun organisasi yang berakar pada nilai musyawarah, persatuan dan marwah adat Melayu Jambi.

Penulis : Khairil

Editor : Safwandi

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru