Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paris, Pribhumi.com — Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis membawa dampak tragis. Sedikitnya 40 orang dilaporkan meninggal dunia sejak 18 Juni 2026, dengan sebagian besar korban berasal dari kalangan muda. Banyak dari mereka kehilangan nyawa akibat tenggelam saat mencoba menghindari suhu panas dengan berenang.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyebut kondisi tersebut sebagai bencana tragis. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menggelar rapat darurat untuk membahas dampak cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah negara tersebut.

“Angka terbaru yang kami terima menunjukkan terdapat 40 kematian sejak 18 Juni, sebagian besar terjadi pada kalangan anak muda,” ujar Lecornu dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Eksperimen Unik NASA: Ribuan Ubur-ubur Pernah Dikirim ke Luar Angkasa untuk Teliti Efek Tanpa Gravitasi

Menurutnya, para korban menjadi kelompok pertama yang merasakan dampak serius dari krisis cuaca ekstrem yang sedang dihadapi Prancis.

Selain menelan korban jiwa, gelombang panas juga mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah setempat terpaksa melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk menutup sejumlah sekolah serta mengganggu perjalanan transportasi akibat kondisi cuaca yang berbahaya.

Menteri Olahraga dan Pemuda Prancis Marina Ferrari juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan ketika memilih berenang sebagai cara untuk menghadapi suhu panas. Ia menyebut terdapat puluhan kasus tenggelam sejak akhir pekan ketika warga mencari lokasi yang lebih sejuk.

Baca Juga :  Trump Peringatkan NATO soal Selat Hormuz: Jika Tak Membantu, Masa Depan Aliansi Bisa Terancam

Badan meteorologi Prancis, Meteo-France, melaporkan negara tersebut mencatat malam dengan suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1947. Pada Selasa pagi, indikator suhu nasional yang dihitung dari 30 stasiun pengamatan mencapai rata-rata 21,6 derajat Celsius.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 21,4 derajat Celsius yang tercatat pada 25 Juli 2019.

Pemerintah Prancis kini terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko kesehatan akibat suhu ekstrem serta bahaya aktivitas di area perairan selama gelombang panas berlangsung.

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB