Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menahan intensitas serangan militer ke Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan langsung melalui percakapan telepon antara kedua pemimpin.

Dalam wawancara dengan media AS, Trump mengungkapkan bahwa Netanyahu merespons positif imbauan tersebut. Ia menilai situasi kawasan perlu ditenangkan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Trump juga menyatakan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran dalam waktu dekat. Upaya diplomasi terus dilakukan, termasuk rencana kunjungan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk membahas penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama hampir enam minggu.

Baca Juga :  Hoaks BLT Kesra April 2026 Beredar, Pemerintah Tegaskan Bantuan Sudah Berakhir

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda. Serangan militer Israel masih terus berlangsung di wilayah selatan Lebanon, yang menjadi basis kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata sementara antara AS dan Iran bisa kembali runtuh.

Sejumlah pemimpin Eropa turut mendesak agar Lebanon dimasukkan dalam skema gencatan senjata terbatas. Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah akan tetap berlanjut, karena tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.

Di tengah meningkatnya konflik, Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Penutupan ini menjadi perhatian global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi kawasan tersebut.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 112 orang dan melukai ratusan lainnya, termasuk di ibu kota Beirut. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan operasi militer menargetkan ratusan anggota Hizbullah dalam serangan besar-besaran.

Sementara itu, laporan mengenai penutupan Selat Hormuz masih memicu perdebatan. Pihak Gedung Putih melalui juru bicaranya, Karoline Leavitt, membantah informasi tersebut dan menyebutnya tidak benar.

Situasi ini menunjukkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih jauh dari mereda, dengan potensi dampak besar terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru