Jambi, Pribhumi.com – Informasi mengenai pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) pada April 2026 dipastikan tidak benar. Kabar tersebut ramai beredar di media sosial dan sempat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.
Berdasarkan penelusuran dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), informasi tersebut merupakan hoaks yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan disebarkan secara luas. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya, apalagi sampai mengklik tautan yang disertakan karena berpotensi menjadi modus penipuan dan pencurian data pribadi.
Pemerintah menegaskan bahwa program BLT Kesra tidak dilanjutkan pada tahun 2026. Bantuan tersebut telah berakhir pada 2025 dan hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait penyaluran kembali.
Sebelumnya, BLT Kesra merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi nasional yang diinisiasi pemerintah. Program ini memberikan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, yakni pada periode Oktober hingga Desember, dengan total bantuan Rp900.000 untuk setiap penerima.
Adapun sasaran penerima bantuan ini adalah masyarakat dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini berbeda dari bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Masyarakat yang ingin memastikan status penerima bantuan dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id. Proses pengecekan dapat dilakukan dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP, kemudian sistem akan menampilkan status penerima bantuan.
Selain itu, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store. Pengguna hanya perlu membuat akun, melengkapi data diri, dan mengikuti proses verifikasi untuk mengetahui jenis bantuan yang diterima.
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.










