Menbud Fadli Zon: Lore Lindu Bukti Penting Peradaban Kuno Nusantara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POSO, Pribhumi.com — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan mengelola secara berkelanjutan kawasan situs cagar budaya megalitik Lore Lindu yang berada di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan ini dinilai sebagai salah satu bukti penting keberadaan peradaban kuno Nusantara dengan nilai sejarah dan arkeologi yang sangat tinggi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Menbud menekankan bahwa kekayaan budaya tersebut tidak hanya harus dijaga, tetapi juga dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah tanpa mengesampingkan prinsip pelestarian.

“Kekayaan ini harus kita lindungi, kita kembangkan, dan kita manfaatkan secara bertanggung jawab sebagai wisata budaya dan wisata sejarah, tanpa mengabaikan prinsip pelestarian,” ujar Fadli Zon.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung Menbud ke sejumlah situs megalitik di kawasan Lore Lindu, di antaranya Situs Megalitik Tadulako, Pokekea, dan Tambi. Lawatan budaya ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya, khususnya peninggalan prasejarah yang memiliki kontribusi besar bagi sejarah peradaban Indonesia.

Baca Juga :  Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Menbud Fadli Zon menilai situs-situs tersebut merepresentasikan jejak kehidupan masyarakat masa lampau dengan kekayaan tinggalan arkeologis yang mencerminkan tingkat peradaban yang maju. Ia menyebut kawasan megalitik Sulawesi Tengah sebagai bagian integral dari sejarah panjang peradaban Nusantara.

“Usia tinggalan arkeologis di kawasan ini mencapai lebih dari 4.000 tahun, bahkan di beberapa titik diperkirakan hingga 8.000 tahun. Ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan bagian penting dari peradaban Nusantara yang sangat tua,” jelasnya.

Salah satu situs yang menjadi perhatian khusus adalah Situs Megalitik Pokekea, yang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional. Situs ini membentang di area padang ilalang dengan berbagai temuan megalitik, seperti arca, kalamba, dolmen, batu berlubang, lumpang, umpak, fragmen tembikar, hingga tempayan. Temuan tersebut mengindikasikan fungsi situs sebagai kawasan permukiman, penguburan, dan pemujaan pada masa prasejarah.

Baca Juga :  Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak

Namun demikian, Menbud juga menyoroti tantangan dalam pengelolaan situs, termasuk ancaman vandalisme, pelapukan akibat cuaca ekstrem, serta dampak perubahan iklim yang berpotensi merusak struktur batuan megalitik.

Sebagai situs berperingkat nasional, Pokekea diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga internasional.

“Kita promosikan bukan hanya kepada masyarakat Sulawesi Tengah dan Nusantara, tetapi juga kepada dunia, bahwa peradaban ini menunjukkan tingkat kebudayaan yang tinggi pada masanya,” tegasnya.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan mendorong penelitian lanjutan untuk mengungkap lebih dalam kehidupan masyarakat prasejarah di kawasan tersebut. Pelestarian terintegrasi, penguatan riset ilmiah, serta promosi berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kelestarian situs sekaligus memberikan manfaat edukatif, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.

“Peradaban masa lalu di kawasan ini masih menyimpan banyak misteri yang perlu diungkap. Kita meyakini aset budaya ini menjadi bukti bahwa peradaban Nusantara adalah peradaban yang sangat tua dan kaya,” pungkas Menbud.

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru