KERINCI, Pribhumi.com – Kondisi akses jalan menuju kawasan pendakian Gunung Kerinci kembali menjadi perhatian masyarakat. Infrastruktur menuju destinasi wisata andalan Kabupaten Kerinci itu dinilai masih membutuhkan peningkatan agar mampu menunjang perkembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Perhatian terhadap persoalan tersebut mencuat setelah warga Kerinci, Arif Luthfi Kurniawan, menyampaikan pandangannya melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan menuju gerbang pendakian Gunung Kerinci yang selama ini menjadi jalur utama wisatawan dan pendaki.
Menurutnya, Gunung Kerinci yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Sumatera merupakan aset wisata strategis yang memiliki daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Luthfi menilai promosi wisata yang gencar perlu diimbangi dengan pembangunan fasilitas dasar, terutama akses jalan menuju kawasan wisata. Ia menyoroti ruas jalan dari kawasan Pos R10 hingga gerbang pendakian yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius.
“Gunung Kerinci merupakan kebanggaan masyarakat daerah. Akan sangat disayangkan apabila akses menuju salah satu destinasi unggulan ini masih menjadi keluhan para wisatawan yang datang berkunjung,” tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi turut memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan diyakini akan berdampak terhadap pertumbuhan usaha kecil, jasa transportasi, perdagangan lokal, hingga pelaku UMKM yang berada di sekitar kawasan wisata.
Menurutnya, akses yang baik akan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi wisatawan dan berpotensi meningkatkan angka kunjungan ke Kabupaten Kerinci.
Sementara itu, tokoh muda Kerinci, Aan Sapriadi, menyambut positif kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah, khususnya terkait infrastruktur penunjang sektor pariwisata.
Ia menilai perbaikan akses menuju kawasan pendakian Gunung Kerinci memiliki manfaat ganda karena tidak hanya mendukung aktivitas wisata, tetapi juga membantu masyarakat yang berprofesi sebagai petani.
“Jalan yang baik tidak hanya mempermudah wisatawan menuju gerbang pendakian, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat sehingga lebih efisien dan bernilai ekonomis,” ujarnya.
Aan juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan aspek lingkungan. Menurutnya, peningkatan akses jalan perlu disertai komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan melalui program penghijauan dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, terutama di sekitar kawasan konservasi.
Lebih lanjut, ia menilai pengembangan pariwisata yang terintegrasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengembangkan sektor UMKM, pengelolaan wisata yang baik juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pihak pengelola kawasan konservasi, pemerintah pusat, serta seluruh elemen masyarakat agar pengembangan wisata Gunung Kerinci dapat berjalan secara berkelanjutan.
Aan bahkan menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam forum diskusi maupun dialog bersama pemerintah guna mencari solusi terbaik terkait pembangunan akses menuju kawasan wisata unggulan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seimbang demi kemajuan pariwisata Kerinci ke depan.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Kerinci, Monadi, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait harapan masyarakat tersebut.






