Kementerian Kebudayaan Tetapkan 430 Cagar Budaya Nasional Baru pada 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan sebanyak 430 objek sebagai cagar budaya peringkat nasional sepanjang tahun 2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut jumlah tersebut menjadi pencapaian besar karena melampaui total penetapan cagar budaya nasional selama puluhan tahun terakhir.

Menurut Fadli, hingga saat ini total objek cagar budaya nasional yang telah ditetapkan mencapai 743 objek, gabungan dari penetapan sebelumnya dan tambahan terbaru tahun ini.

“Penetapan tahun ini bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah cagar budaya yang telah ditetapkan selama sekitar 80 tahun,” ujarnya di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat.

Pemerintah Percepat Penetapan Cagar Budaya

Fadli Zon menjelaskan bahwa selama ini penetapan cagar budaya nasional umumnya hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Namun pada 2026, pemerintah memutuskan melakukan penetapan sebanyak tiga tahap guna mempercepat perlindungan situs dan warisan sejarah Indonesia.

Baca Juga :  Kisah Qin Shi Huang, Kaisar China yang Terobsesi Hidup Abadi Namun Wafat di Usia 49 Tahun

Langkah percepatan tersebut dilakukan karena masih banyak situs bersejarah yang dinilai layak mendapatkan status cagar budaya nasional namun belum memperoleh pengakuan resmi.

Kementerian Kebudayaan juga menargetkan lebih dari 1.000 objek cagar budaya baru dapat ditetapkan hingga akhir tahun 2026.

Jumlah Penetapan Terus Meningkat

Pemerintah mencatat jumlah penetapan cagar budaya nasional mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, hanya terdapat 10 objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Jumlah tersebut meningkat menjadi 85 objek pada 2025, lalu melonjak menjadi 430 objek pada 2026.

Menurut Fadli, peningkatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga identitas budaya dan warisan sejarah bangsa.

Soroti Lambatnya Proses Birokrasi

Menteri Kebudayaan juga menyoroti panjangnya proses birokrasi yang selama ini membuat penetapan cagar budaya berjalan lambat.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Pesta Gol 4-0 atas Saint Kitts & Nevis, Melaju ke Final FIFA Series

Sebuah situs budaya harus melalui tahapan penetapan mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sebelum resmi ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Fadli mencontohkan Masjid Raya Baiturrahman yang menurutnya sudah lama layak menyandang status cagar budaya nasional, namun baru resmi ditetapkan pada tahun sebelumnya.

Ia menilai masih banyak situs bersejarah lain di berbagai daerah Indonesia yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih cepat dari pemerintah.

Upaya Melindungi Warisan Sejarah Bangsa

Penetapan status cagar budaya nasional dinilai penting untuk menjaga kelestarian sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia di tengah perkembangan zaman.

Selain memberikan perlindungan hukum, status cagar budaya juga dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, hingga sektor pariwisata budaya di daerah.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru