Jambi, Pribhumi.com – Dua calon jamaah haji asal Provinsi Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 19 terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang menurun menjelang keberangkatan haji 2026.
Kedua jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Merangin dan Kerinci, yakni Muhammad Ali (51) serta Suradi Kartawiyono (74). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, keduanya dinyatakan belum layak terbang karena mengalami gangguan kesehatan serius.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan Muhammad Ali didiagnosis menderita gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) stadium lima. Sementara Suradi Kartawiyono mengalami pneumonia atau radang paru-paru.
“Kedua calon haji mengalami gangguan kesehatan sehingga keberangkatannya ditunda sementara. Tim medis masih terus memantau kondisi keduanya,” ujar Wahyudi, Selasa (12/5/2026).
Muhammad Ali dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun ini setelah adanya rekomendasi resmi dari Balai Karantina Kesehatan Kelas II Jambi yang menyatakan dirinya tidak layak melakukan perjalanan haji.
Sementara itu, Suradi Kartawiyono masih memiliki peluang untuk diberangkatkan apabila kondisi kesehatannya membaik dalam waktu dekat. Saat ini, tim medis masih melakukan pemantauan intensif karena kadar oksigen dalam darah Suradi masih berada di bawah normal.
“Jika dalam dua hari ke depan kondisi kesehatannya membaik, kemungkinan bisa diberangkatkan melalui kloter berikutnya, kemungkinan bergabung dengan kloter 25,” jelasnya.
Dengan tertundanya keberangkatan dua jamaah tersebut, jumlah jamaah haji dalam kloter BTH 19 yang diberangkatkan ke Arab Saudi menjadi sebanyak 442 orang.
Rincian jamaah dalam kloter tersebut terdiri dari:
Jamaah asal Kabupaten Kerinci sebanyak 156 orang
Jamaah asal Kabupaten Merangin sebanyak 279 orang
Jamaah asal Muaro Jambi sebanyak 1 orang
Petugas TPHD sebanyak 2 orang
Petugas PPIH sebanyak 4 orang
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi memastikan seluruh jamaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat demi menjaga keselamatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.






