Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Sosok Hafiful Hadi Sunliensyar menjadi salah satu nama yang cukup dikenal dalam dunia akademik dan penelitian budaya di wilayah Kerinci. Melalui berbagai riset mengenai manuskrip kuno, sejarah lokal, hingga tradisi masyarakat adat, ia dinilai konsisten memperkenalkan kembali kekayaan peradaban masyarakat dataran tinggi Jambi kepada publik yang lebih luas.

Sebagai dosen Program Studi Arkeologi di Universitas Jambi, Hafiful aktif melakukan penelitian tentang sejarah budaya masyarakat Kerinci. Ia merupakan alumnus Magister Arkeologi Universitas Gadjah Mada dengan fokus kajian pada arkeologi lanskap, filologi, manuskrip kuno, dan sejarah lokal Nusantara.

Dalam berbagai karya ilmiah dan penelitian lapangan, Hafiful banyak menyoroti keberadaan naskah Incung dan tulisan Jawi yang menjadi bagian penting dari tradisi literasi masyarakat Kerinci masa lampau. Kajian tersebut tidak hanya memperlihatkan kekayaan intelektual masyarakat adat, tetapi juga membuka pemahaman baru mengenai sejarah sosial dan budaya di Sumatra bagian tengah.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Ia dikenal sebagai salah satu peneliti yang aktif membaca, menafsirkan, serta menerjemahkan manuskrip lama yang selama ini masih jarang dikaji secara mendalam. Dari penelitian itu, berbagai informasi mengenai adat, sistem pemerintahan tradisional, hingga hubungan sosial masyarakat masa lalu berhasil terdokumentasikan secara ilmiah.

Selain meneliti manuskrip kuno, Hafiful juga menaruh perhatian besar terhadap peninggalan arkeologi seperti menhir, prasasti tanduk, ritual adat, hingga lanskap budaya masyarakat Kerinci. Sejumlah penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional dengan tema yang beragam, mulai dari sejarah migrasi leluhur Kerinci hingga kosmologi masyarakat adat.

Di luar aktivitas akademik, Hafiful juga aktif menulis buku dan artikel budaya. Salah satu karya yang cukup dikenal ialah buku yang membahas hubungan masyarakat Kerinci dengan tradisi pertanian dan nilai-nilai budaya lokal. Melalui tulisan tersebut, ia berupaya menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :  BLT Kesra Rp 900 Ribu Segera Tuntas Disalurkan: Pemerintah Pastikan Pencairan Rampung Awal Desember 2025

Pemikirannya banyak menekankan pentingnya dokumentasi ilmiah terhadap situs budaya dan pengetahuan lokal agar tidak hilang akibat modernisasi serta perubahan sosial masyarakat. Menurutnya, manuskrip kuno dan tradisi adat memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan sejarah dan identitas daerah.

Sebagai akademisi muda, Hafiful juga aktif mendorong peningkatan literasi sejarah di kalangan generasi muda melalui seminar, forum budaya, penelitian lapangan, serta diskusi publik mengenai sejarah dan kebudayaan Jambi. Kiprahnya dinilai memberi kontribusi penting dalam memperkuat dokumentasi sejarah lokal yang selama ini masih terbatas.

Melalui penelitian, pendidikan, dan publikasi ilmiah yang terus dilakukan, Hafiful Hadi Sunliensyar menjadi salah satu figur akademisi yang konsisten menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal luas sebagai bagian penting dari peradaban Nusantara.

 

Editor : Andia

Sumber Berita: Antaro News

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Al Haris Lantik Lima Pejabat Eselon II, Tegaskan Jabatan Bukan Kesempatan Menyalahgunakan Wewenang
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB