KERINCI, Pribhumi.com – Sosok Hafiful Hadi Sunliensyar menjadi salah satu nama yang cukup dikenal dalam dunia akademik dan penelitian budaya di wilayah Kerinci. Melalui berbagai riset mengenai manuskrip kuno, sejarah lokal, hingga tradisi masyarakat adat, ia dinilai konsisten memperkenalkan kembali kekayaan peradaban masyarakat dataran tinggi Jambi kepada publik yang lebih luas.
Sebagai dosen Program Studi Arkeologi di Universitas Jambi, Hafiful aktif melakukan penelitian tentang sejarah budaya masyarakat Kerinci. Ia merupakan alumnus Magister Arkeologi Universitas Gadjah Mada dengan fokus kajian pada arkeologi lanskap, filologi, manuskrip kuno, dan sejarah lokal Nusantara.
Dalam berbagai karya ilmiah dan penelitian lapangan, Hafiful banyak menyoroti keberadaan naskah Incung dan tulisan Jawi yang menjadi bagian penting dari tradisi literasi masyarakat Kerinci masa lampau. Kajian tersebut tidak hanya memperlihatkan kekayaan intelektual masyarakat adat, tetapi juga membuka pemahaman baru mengenai sejarah sosial dan budaya di Sumatra bagian tengah.
Ia dikenal sebagai salah satu peneliti yang aktif membaca, menafsirkan, serta menerjemahkan manuskrip lama yang selama ini masih jarang dikaji secara mendalam. Dari penelitian itu, berbagai informasi mengenai adat, sistem pemerintahan tradisional, hingga hubungan sosial masyarakat masa lalu berhasil terdokumentasikan secara ilmiah.
Selain meneliti manuskrip kuno, Hafiful juga menaruh perhatian besar terhadap peninggalan arkeologi seperti menhir, prasasti tanduk, ritual adat, hingga lanskap budaya masyarakat Kerinci. Sejumlah penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional dengan tema yang beragam, mulai dari sejarah migrasi leluhur Kerinci hingga kosmologi masyarakat adat.
Di luar aktivitas akademik, Hafiful juga aktif menulis buku dan artikel budaya. Salah satu karya yang cukup dikenal ialah buku yang membahas hubungan masyarakat Kerinci dengan tradisi pertanian dan nilai-nilai budaya lokal. Melalui tulisan tersebut, ia berupaya menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemikirannya banyak menekankan pentingnya dokumentasi ilmiah terhadap situs budaya dan pengetahuan lokal agar tidak hilang akibat modernisasi serta perubahan sosial masyarakat. Menurutnya, manuskrip kuno dan tradisi adat memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan sejarah dan identitas daerah.
Sebagai akademisi muda, Hafiful juga aktif mendorong peningkatan literasi sejarah di kalangan generasi muda melalui seminar, forum budaya, penelitian lapangan, serta diskusi publik mengenai sejarah dan kebudayaan Jambi. Kiprahnya dinilai memberi kontribusi penting dalam memperkuat dokumentasi sejarah lokal yang selama ini masih terbatas.
Melalui penelitian, pendidikan, dan publikasi ilmiah yang terus dilakukan, Hafiful Hadi Sunliensyar menjadi salah satu figur akademisi yang konsisten menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal luas sebagai bagian penting dari peradaban Nusantara.
Editor : Andia
Sumber Berita: Antaro News






