Medan, Pribhumi.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara mengalami penurunan pada periode 13 hingga 19 Mei 2026. Penurunan harga tersebut tercatat berdasarkan data terbaru dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Harga TBS sawit untuk perusahaan bermitra di Sumut pada periode pekan ini ditetapkan sebesar Rp3.870 per kilogram. Nilai tersebut turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp3.942 per kilogram.
Sementara itu, harga CPO lokal dan ekspor juga mengalami penurunan menjadi Rp15.139 per kilogram dari sebelumnya Rp15.274 per kilogram.
Tak hanya CPO, harga kernel lokal di Sumatera Utara ikut melemah. Pada periode 13–19 Mei 2026, harga kernel ditetapkan sebesar Rp14.785 per kilogram, turun dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp15.709 per kilogram.
Daftar Harga TBS Sawit Berdasarkan Usia Tanaman
Berikut rincian harga TBS sawit di Sumatera Utara berdasarkan usia tanaman:
Usia 3 tahun: Rp3.269/kg
Usia 4 tahun: Rp3.486/kg
Usia 5 tahun: Rp3.606/kg
Usia 6 tahun: Rp3.711/kg
Usia 7 tahun: Rp3.675/kg
Usia 8 tahun: Rp3.806/kg
Usia 9 tahun: Rp3.839/kg
Usia 10–20 tahun: Rp3.870/kg
Usia 21 tahun: Rp3.877/kg
Usia 22 tahun: Rp3.842/kg
Usia 23 tahun: Rp3.877/kg
Usia 24 tahun: Rp3.842/kg
Usia 25 tahun: Rp3.787/kg
Harga TBS Sawit di Kabupaten/Kota Sumut
Berikut daftar harga TBS sawit di sejumlah daerah di Sumatera Utara:
Kabupaten Langkat: Rp3.155/kg
Kabupaten Deli Serdang: Rp3.130/kg
Kabupaten Serdang Bedagai: Rp3.410/kg
Kabupaten Simalungun: Rp3.150/kg
Kabupaten Batu Bara: Rp3.135/kg
Kabupaten Asahan: Rp3.140/kg
Kabupaten Labuhanbatu Utara: Rp3.110/kg
Kabupaten Labuhanbatu: Rp3.140/kg
Kabupaten Labuhanbatu Selatan: Rp3.130/kg
Kabupaten Padang Lawas Utara: Rp3.210/kg
Kabupaten Padang Lawas: Rp3.380/kg
Kabupaten Tapanuli Selatan: Rp3.140/kg
Kabupaten Tapanuli Tengah: Rp3.120/kg
Kabupaten Mandailing Natal: Rp3.315/kg
Kabupaten Pakpak Bharat: Rp3.100/kg
Penurunan harga sawit pekan ini menjadi perhatian para petani dan pelaku industri perkebunan di Sumatera Utara karena berdampak langsung terhadap pendapatan hasil panen.






