Pemerintah Siapkan Rp40 Miliar untuk Pulihkan Kebun Kopi Aceh Pascabanjir

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Pemerintah pusat bergerak cepat dalam memulihkan sektor perkebunan kopi di Provinsi Aceh yang terdampak bencana banjir bandang pada November 2025. Melalui Kementerian Pertanian, dana sebesar Rp30 hingga Rp40 miliar disiapkan untuk mendukung rehabilitasi lahan serta pengembangan bibit kopi unggul.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa program pemulihan ini akan melibatkan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kolaborasi tersebut difokuskan pada pembangunan pusat pembibitan guna mempercepat proses replanting di wilayah terdampak.

Menurut Amran, kerja sama dengan pihak kampus diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang, tidak hanya memulihkan lahan yang rusak tetapi juga meningkatkan kualitas produksi kopi Aceh ke depan.

Baca Juga :  Horor Mitos Lokal “Tumbal Proyek” Siap Teror Bioskop, Tayang 13 Mei 2026

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo pada akhir November lalu berdampak besar terhadap perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua daerah ini dikenal sebagai sentra produksi kopi arabika unggulan Indonesia.

Data sementara dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mencatat, luas kebun kopi yang mengalami kerusakan mencapai 12.638 hektare, dengan tingkat kerusakan mulai dari sedang hingga berat. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga :  Kemensos dan Kemenkop Buka Peluang Kerja Bagi Penerima Bansos di Koperasi Merah Putih

Kerusakan terparah tercatat di Kecamatan Pegasing dengan luas mencapai 2.905 hektare, disusul Kecamatan Bintang dan Rusip Antara yang masing-masing mengalami kerusakan sekitar 2.000 hektare. Secara keseluruhan, dampak bencana menyebar di 14 kecamatan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Upaya pemulihan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali perekonomian petani kopi di Aceh sekaligus menjaga reputasi kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar global.

Berita Terkait

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat
Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan
Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB