Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg, Target Tekan Impor dan Subsidi Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai menguji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan serangkaian uji teknis, termasuk pengembangan tabung CNG berukuran setara 3 kg. Uji coba tersebut menjadi tahap awal sebelum implementasi lebih luas ke masyarakat.

Selama ini, pemanfaatan CNG lebih umum digunakan dalam tabung berkapasitas besar seperti 12 kg hingga 20 kg. Namun, pemerintah kini mendorong inovasi agar energi gas tersebut bisa diakses oleh rumah tangga kecil, khususnya sebagai pengganti LPG subsidi.

Baca Juga :  Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Setiap tahun, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton, yang sebagian besar masih dipenuhi dari luar negeri.

Bahlil mengungkapkan bahwa beban anggaran negara untuk impor LPG sangat besar, berkisar antara Rp130 triliun hingga Rp140 triliun per tahun. Di sisi lain, pemerintah juga harus mengalokasikan subsidi energi mencapai Rp80 triliun hingga Rp87 triliun.

Menurutnya, pemanfaatan gas dalam negeri menjadi solusi strategis untuk mengurangi tekanan terhadap devisa negara sekaligus meningkatkan kemandirian energi nasional.

Baca Juga :  IHSG Terperosok Tajam, Pemerintah Nilai Pasar Masih Diliputi Ketidakpastian

Meski beralih ke CNG, pemerintah memastikan kebijakan subsidi tetap diberlakukan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah menargetkan harga CNG nantinya bisa bersaing dengan LPG subsidi, bahkan diharapkan lebih ekonomis. Dengan demikian, transisi energi ini tidak membebani masyarakat, melainkan justru memberikan alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Uji coba yang sedang berjalan akan menjadi dasar evaluasi sebelum kebijakan ini diterapkan secara nasional.

Berita Terkait

Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
Program TKM Pemula 2026 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya
Utang Pemerintah Tembus Rp 9.920 Triliun pada Maret 2026, Rasio terhadap PDB Capai 40,75 Persen
Pajak Toyota Fortuner 2.8 2026 Tembus Rp 10 Jutaan, Ini Rincian Lengkapnya
Rata-rata Gaji Pekerja Indonesia Rp 3,29 Juta, Lulusan dan Sektor Kerja Jadi Penentu
Pemerintah Siapkan Rp40 Miliar untuk Pulihkan Kebun Kopi Aceh Pascabanjir
OJK Tegaskan Aturan Penagihan Utang: Debt Collector Hanya Boleh Beroperasi Pukul 08.00–20.00 WIB

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:00 WIB

Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:00 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:00 WIB

Program TKM Pemula 2026 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:00 WIB

Utang Pemerintah Tembus Rp 9.920 Triliun pada Maret 2026, Rasio terhadap PDB Capai 40,75 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pajak Toyota Fortuner 2.8 2026 Tembus Rp 10 Jutaan, Ini Rincian Lengkapnya

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Oknum Kades Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi APBDes 2019-2023

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB