IHSG Terperosok Tajam, Pemerintah Nilai Pasar Masih Diliputi Ketidakpastian

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Pribhumi.com – Pergerakan pasar saham nasional mengalami tekanan berat di awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah tajam di luar ekspektasi, meski sebelumnya diyakini akan bergerak positif. Kondisi ini memicu respons dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Mengacu pada data perdagangan, IHSG dibuka di level 8.300-an, namun tak lama kemudian langsung bergerak turun drastis. Hingga akhir perdagangan Senin (2/2/2026), indeks ditutup di kisaran 7.922, mencatat penurunan hampir 5 persen atau lebih dari 400 poin dalam sehari.

Purbaya menilai tekanan pasar tersebut erat kaitannya dengan faktor ketidakpastian di sektor regulasi, khususnya menunggu kepastian pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Situasi ini muncul setelah sejumlah pejabat tinggi OJK mengundurkan diri menyusul gejolak pasar modal yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Wacana Pangkas Gaji Menteri dan DPR, Efektifkah Tekan Defisit APBN?

Menurutnya, pelaku pasar cenderung bersikap menahan diri sampai ada kejelasan mengenai arah kebijakan dan kepemimpinan OJK ke depan. Ketidakpastian ini dinilai membuat investor memilih bersikap defensif.

Pemerintah, lanjut Purbaya, saat ini tengah menyiapkan pembentukan Panitia Seleksi untuk mengisi posisi strategis di OJK. Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan agar menghasilkan figur yang kredibel serta mampu memulihkan kepercayaan pasar.

Baca Juga :  Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Ia bahkan menilai kondisi pelemahan pasar saat ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk masuk di harga yang lebih menarik.

Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan pada pondasi ekonomi nasional, dan prospek pertumbuhan ke depan masih tetap positif seiring perbaikan stabilitas kebijakan dan kepercayaan pasar.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Konflik Global dan Sentimen Domestik Jadi Pemicu
Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan
Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg
Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
Program TKM Pemula 2026 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Konflik Global dan Sentimen Domestik Jadi Pemicu

Senin, 18 Mei 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:00 WIB

Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg

Berita Terbaru

Pendidikan

Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:00 WIB

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB