Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian publik setelah kurs dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat hingga menyentuh level Rp17.460 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.

Angka tersebut jauh dari asumsi pemerintah dalam target APBN 2026 yang mematok nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS.

Kondisi ini mengingatkan banyak pihak pada krisis moneter 1998 ketika dolar AS sempat melonjak hingga kisaran Rp16.800. Saat itu, tekanan ekonomi tidak hanya mengguncang sektor keuangan, tetapi juga memicu gejolak politik nasional yang berujung pada berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto.

Setelah pergantian kepemimpinan ke Presiden BJ Habibie, banyak pihak meragukan kemampuan pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional. Bahkan sejumlah pengamat internasional saat itu menilai rupiah akan semakin terpuruk.

Namun, BJ Habibie justru berhasil memulihkan kepercayaan pasar dan menekan nilai dolar AS hingga kembali stabil di kisaran Rp6.550 melalui sejumlah kebijakan strategis.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Capai Rp 2,9 Juta per Gram, Ini Rinciannya

Restrukturisasi Perbankan

Salah satu langkah utama yang dilakukan BJ Habibie adalah melakukan restrukturisasi sektor perbankan nasional.

Pada masa sebelum krisis, pemerintah membuka kemudahan pendirian bank melalui kebijakan Paket Oktober 1988. Namun, lemahnya pengawasan membuat banyak bank tidak memiliki fondasi yang kuat sehingga tumbang saat krisis melanda.

Habibie kemudian melakukan reformasi besar di sektor perbankan, termasuk menggabungkan empat bank milik negara menjadi satu bank besar bernama Bank Mandiri.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat posisi Bank Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 yang membuat bank sentral lebih independen dan bebas dari intervensi politik.

Dalam autobiografinya berjudul BJ Habibie: Detik-detik yang Menentukan, Habibie menyebut independensi Bank Indonesia menjadi salah satu langkah penting dalam memulihkan stabilitas rupiah.

Terbitkan SBI dengan Bunga Tinggi

Kebijakan lain yang diterapkan Habibie adalah penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tingkat bunga tinggi.

Langkah tersebut bertujuan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional agar masyarakat kembali menyimpan uang di bank dan mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat.

Baca Juga :  Longsor dan Jembatan Ambruk Putuskan Total Akses Bireuen–Takengon

Menurut Habibie, kebijakan itu berhasil menurunkan tingkat suku bunga yang sebelumnya sempat menyentuh 60 persen menjadi belasan persen. Kepercayaan publik terhadap sektor perbankan pun perlahan kembali pulih.

Menahan Harga BBM dan Kebutuhan Pokok

Di tengah krisis ekonomi, pemerintah saat itu juga berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Habibie mempertahankan harga BBM subsidi dan tarif listrik agar tidak melonjak sehingga harga bahan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat.

Meski demikian, kebijakan tersebut sempat menuai kontroversi setelah Habibie pernah mengimbau masyarakat untuk melakukan puasa Senin-Kamis sebagai bentuk penghematan di masa krisis.

Namun pada akhirnya, kombinasi kebijakan restrukturisasi perbankan, penguatan Bank Indonesia, dan pengendalian harga kebutuhan pokok berhasil meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Aliran dana asing kembali masuk dan nilai tukar rupiah perlahan menguat setelah sempat berada di titik terburuk selama krisis moneter 1998.

Berita Terkait

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat
Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan
Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB