Jakarta, Pribhumi.com – Wakil Menteri Dalam Negeri mengajak kalangan pengusaha muda yang tergabung dalam untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan kemandirian daerah.
Menurut Bima, para pelaku usaha muda memiliki peran strategis dalam membantu kepala daerah menghadirkan inovasi pembangunan yang lebih adaptif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Ia menilai HIPMI dapat menjadi penghubung antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.
Sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima menjelaskan dirinya memiliki tugas mendampingi kepala daerah agar mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah demi mendukung program prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya daerah mencari sumber pembiayaan baru di luar anggaran konvensional.
Beberapa alternatif pembiayaan yang dinilai potensial antara lain crowd financing, alternative financing, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga optimalisasi aset milik daerah.
Bima mengatakan banyak pelaku HIPMI bergerak di sektor ekonomi kreatif seperti kuliner dan industri kreatif lainnya yang dinilai mampu membantu pemerintah daerah menciptakan terobosan baru.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V Badan Pengurus Daerah HIPMI Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Bima juga menegaskan bahwa tantangan kepala daerah saat ini tidak hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga keberhasilan menjalankan program strategis nasional di daerah masing-masing.
Ia menyebut sejumlah program prioritas yang harus dikawal pemerintah daerah, seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Koperasi Desa dan Kelurahan.
Menurutnya, momentum bonus demografi saat ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Generasi muda dan pengusaha disebut memiliki peran penting dalam membangun ekonomi nasional yang lebih mandiri dan kompetitif.
Bima juga menyoroti pentingnya kesinambungan arah pembangunan nasional meski terjadi pergantian kepemimpinan. Ia mencontohkan sejumlah negara di Asia yang tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi karena memiliki visi pembangunan jangka panjang yang konsisten.
Ia menilai pola kerja sama saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kolaborasi biasa, tetapi harus masuk ke tahap co-creation atau penciptaan bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bima turut menyinggung keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi program nasional. Menurutnya, langkah tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus HIPMI Jawa Barat, di antaranya dan bersama kader HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Barat.






