Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam keadaan yang cukup kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap pergerakan kurs mata uang.

“Enggak perlu panik, karena pondasi ekonomi bagus. Kita tahu kelemahannya di mana dan bisa kita perbaiki,” ujar Purbaya di kawasan Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa krisis moneter 1998. Meski demikian, Purbaya tidak merinci secara detail indikator ekonomi yang dimaksud sebagai penguat fundamental nasional.

Baca Juga :  Lingkungan dan Pengalaman Hidup, Faktor Utama Pembentuk Karakter Manusia

“Kita akan mencari langkah yang tepat. Dengan pondasi ekonomi yang kuat, situasi ini tidak akan terlalu sulit,” katanya.

Selain itu, Purbaya memastikan Bank Indonesia akan terus menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar guna menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali di tengah tekanan global.

“Mereka yang berwenang dan saya yakin mereka bisa mengendalikan situasi. Pemerintah juga akan membantu,” ujarnya.

Pada perdagangan pagi hari, rupiah sempat kembali melemah hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar AS atau turun sekitar 0,06 persen. Namun, menjelang penutupan perdagangan sore, rupiah berhasil menguat kembali ke posisi Rp17.460 per dolar AS berdasarkan data Refinitiv.

Baca Juga :  Hukum Makanan yang Dijilat Kucing dalam Islam, Najis atau Tetap Boleh Dimakan?

Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya tekanan ekonomi global. Kondisi tersebut juga dipicu ketidakpastian geopolitik dan pergerakan pasar keuangan internasional.

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia optimistis stabilitas ekonomi nasional tetap dapat dijaga melalui berbagai kebijakan moneter dan fiskal yang sedang disiapkan.

Berita Terkait

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji
Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks
Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan
Kemenag: Hilal Zulhijah 1447 H Sudah Terpenuhi, Idul Adha 2026 Diperkirakan Jatuh 27 Mei
Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026
Harta Kekayaan Wapres Gibran Capai Rp 27,9 Miliar
Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB

Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks

Senin, 18 Mei 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB