Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Tambang Emas Ilegal dan TPPU

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan pertambangan emas ilegal yang disertai tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial DHB dan VC. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup terkait keterlibatan keduanya dalam jaringan pengolahan dan distribusi emas tanpa izin.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan DHB diketahui pernah menjabat sebagai Direktur PT Simba Jaya Utama (SJU) pada periode 13 Agustus 2021 hingga 14 September 2022.

DHB juga disebut merupakan putra dari SB alias A, sosok yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan tambang ilegal tersebut. Namun, SB telah meninggal dunia sehingga proses hukum terhadapnya dihentikan demi hukum.

Baca Juga :  Persidangan PJU Kerinci Ungkap Dugaan Skema Pokir dan Fee Proyek

“SB alias A telah meninggal dunia sehingga tidak dapat dituntut. Berdasarkan gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan dua orang tersangka yakni DHB dan VC,” ujar Ade Safri dalam keterangannya, Rabu.

Sementara itu, tersangka VC diketahui menjabat sebagai Direktur PT SJU sejak 14 September 2022 hingga sekarang.

Keduanya diduga terlibat dalam aktivitas menampung, mengolah, memurnikan, mengangkut, hingga menjual emas yang berasal dari hasil pertambangan ilegal.

Selain tindak pidana pertambangan tanpa izin, penyidik juga mendalami dugaan praktik pencucian uang yang berkaitan dengan hasil kejahatan tersebut.

Dalam proses penyidikan, Bareskrim Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran transaksi keuangan para tersangka.

Baca Juga :  Rahasia Bikin Baterai Mobil Listrik Lebih Awet

“Kami berkolaborasi dengan PPATK dan instansi terkait lainnya dalam rangka pengungkapan perkara ini,” kata Ade.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), serta sejumlah pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Untuk kepentingan penyidikan, penyidik juga telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap kedua tersangka.

Bareskrim menegaskan negara tidak akan memberi ruang bagi praktik pertambangan ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.

Kasus ini sebelumnya telah menjerat tiga tersangka lain yakni TW, DW, dan BSW. Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi guna menelusuri aset dan dugaan aliran dana hasil kejahatan tersebut.

Berita Terkait

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan
Polemik Yayasan Nurul Quran Kerinci Memanas, Aderman dan Yayasan Beda Versi soal Rapat Perubahan Akta”

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai

Berita Terbaru