Polsek Tabir Ulu Dorong Perdamaian Warga Muara Jernih Lewat Sidang Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin, Pribhumi.com Upaya kepolisian dalam meredam konflik antarwarga kembali terlihat di Kecamatan Tabir Ulu. Setelah insiden dugaan penganiayaan yang melibatkan dua warga Desa Muara Jernih, AB dan PA, Polsek Tabir Ulu mengambil langkah cepat dengan mendorong penyelesaian berbasis kearifan lokal.

Kedua pihak sebelumnya telah saling melapor ke Polres Merangin. Meski penyelidikan formal tetap berlangsung, Kapolsek Tabir Ulu IPTU Supranata, S.H., M.H., memilih untuk mengedepankan restorative justice sebagai solusi awal. Ia menilai pendekatan tersebut lebih efektif memulihkan hubungan sosial yang sempat retak akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran

Sebagai bentuk empati, Kapolsek bersama jajarannya mendatangi AB dan PA yang sempat dirawat pasca-insiden. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan dukungan moral sekaligus mengajak kedua belah pihak membuka ruang untuk berdamai.

Seiring dengan itu, Polsek terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Camat Tabir Ulu, Afrizal, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelesaian melalui jalur adat. Kanit Bimas, Aipda Rofii, juga ditugaskan untuk berkoordinasi dengan Ketua Lembaga Adat Desa Muara Jernih guna menyiapkan jadwal dan mekanisme sidang adat.

Baca Juga :  Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Hanya Menguntungkan Pihak Asing

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintahan kecamatan, dan lembaga adat, diharapkan proses damai dapat terwujud sehingga ketegangan sosial di Desa Muara Jernih kembali pulih dan masyarakat bisa hidup harmonis seperti sediakala.

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB