Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Hanya Menguntungkan Pihak Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi Indonesia adalah belum optimalnya pemanfaatan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, selama bertahun-tahun sebagian besar nilai tambah dari sumber daya alam nasional justru lebih banyak dinikmati pihak luar dibandingkan masyarakat Indonesia sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi di mana rakyat Indonesia kerap hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam yang dimiliki bangsa. Ia menilai keadaan tersebut harus segera diubah melalui langkah-langkah strategis yang berpihak pada kepentingan nasional.

“Sudah terlalu lama sebagian nilai tambah dari sumber daya alam kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah

Presiden ke-8 Republik Indonesia itu menegaskan bahwa mandat utama yang diterimanya dari rakyat adalah menjalankan transformasi bangsa, khususnya di bidang ekonomi. Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan mampu menghadirkan keadilan serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Prabowo, pembangunan ekonomi ke depan harus memastikan bahwa hasil pengelolaan kekayaan alam nasional dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Dengan demikian, sumber daya yang dimiliki Indonesia tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga menjadi penggerak utama kesejahteraan nasional.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian global karena menyimpan berbagai komoditas penting yang dibutuhkan industri modern dan teknologi tinggi. Di antaranya tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, hingga kelapa sawit yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar di dunia.

Baca Juga :  Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa potensi besar tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi rakyat. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat transformasi ekonomi nasional agar kekayaan alam Indonesia dapat menjadi fondasi utama bagi kemajuan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kebijakan yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila, pemerintah berharap pengelolaan sumber daya alam ke depan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

 

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Berita Terbaru