JAMBI, Pribhumi.com – Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa minyak bumi berasal dari fosil dinosaurus. Namun ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Para ilmuwan menegaskan bahwa minyak bumi sebenarnya terbentuk dari organisme kecil seperti alga dan plankton yang hidup jutaan tahun lalu di lautan purba, bukan dari tubuh dinosaurus.
Ahli geologi dari University of Oslo, Reidar Müller, menjelaskan bahwa gagasan minyak berasal dari dinosaurus hanyalah kesalahpahaman yang sudah lama berkembang di masyarakat.
“Minyak sebenarnya berasal dari triliunan alga dan plankton kecil,” jelas Müller.
Minyak Bumi Terbentuk dari Organisme Laut Purba
Puluhan hingga ratusan juta tahun lalu, alga dan plankton hidup di lautan dan memperoleh energi dari sinar matahari maupun organisme kecil lainnya.
Ketika mati, organisme tersebut tenggelam ke dasar laut dan menumpuk selama jutaan tahun menjadi lapisan sedimen yang sangat tebal.
Lapisan itu kemudian tertimbun sedimen lain hingga membentuk batuan sedimen yang dikenal sebagai source rock atau batuan sumber.
Dalam kondisi minim oksigen, panas tinggi, dan tekanan besar selama jutaan tahun, material organik tersebut berubah menjadi cairan hitam kental yang kini dikenal sebagai minyak bumi.
Istilah petroleum sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “minyak batu”.
Ilmuwan Sudah Lama Menolak Teori Dinosaurus
Ilmuwan Rusia, Mikhail Lomonosov, pada tahun 1763 menjadi salah satu tokoh pertama yang menjelaskan bahwa minyak terbentuk dari bahan organik yang mengalami tekanan dan pemanasan dalam waktu sangat lama.
Namun, tidak pernah ada teori ilmiah serius yang menyebut minyak bumi berasal dari fosil dinosaurus.
Lalu mengapa banyak orang percaya hal tersebut?
Awal Mula Mitos Minyak dari Dinosaurus
Mitos ini diduga mulai populer sejak Pameran Dunia Century of Progress di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1933.
Perusahaan minyak Sinclair Oil menggunakan dinosaurus sebagai maskot iklan mereka untuk mempromosikan produk pelumas berbahan minyak bumi.
Maskot utama mereka adalah Apatosaurus, dinosaurus berleher panjang yang kemudian menjadi logo perusahaan dan sangat populer di masyarakat Amerika.
Dalam kampanye tersebut, Sinclair menghubungkan era dinosaurus dengan pembentukan minyak bumi karena sebagian besar cadangan minyak memang berasal dari periode geologi yang sama dengan masa hidup dinosaurus.
Namun, hubungan waktu tersebut bukan berarti dinosaurus menjadi bahan utama pembentuk minyak bumi.
Kampanye Iklan yang Membentuk Persepsi Publik
Ahli paleontologi Amerika, Kenneth Lacovara, menilai kampanye iklan Sinclair berhasil menciptakan hubungan keliru antara dinosaurus dan minyak bumi di benak masyarakat.
Menurutnya, banyak orang menganggap:
Minyak adalah bahan bakar fosil
Fosil identik dengan dinosaurus
Maka dinosaurus dianggap sumber minyak bumi
Padahal, minyak bumi sebagian besar berasal dari organisme laut mikroskopis seperti plankton dan alga purba.
Meski dinosaurus hidup di era yang sama dengan proses pembentukan minyak bumi, mereka bukan sumber utama minyak yang digunakan manusia saat ini.
Editor : Safwandi.,Dpt






