Jambi, Pribhumi.com — Perebutan gelar Premier League musim ini semakin memanas. Manchester City dan Arsenal kini mengoleksi poin identik menjelang akhir musim, memunculkan pertanyaan besar: siapa yang akan keluar sebagai juara jika keduanya finis dengan angka yang sama?
Kompetisi hanya menyisakan lima pertandingan lagi. Dua tim teratas tersebut sama-sama mengantongi 70 poin dengan selisih gol identik, yakni +37 hingga pekan ke-33. Namun, Manchester City masih memimpin klasemen sementara karena unggul jumlah gol yang dicetak dibanding Arsenal, yakni 69 berbanding 66.
Ketatnya persaingan membuka peluang kedua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama. Dalam kondisi tersebut, penentuan juara tidak dilakukan secara acak, melainkan mengacu pada aturan resmi liga.
Berdasarkan regulasi Premier League, penentuan posisi akhir klasemen dilakukan melalui beberapa kriteria berurutan, yakni selisih gol, jumlah gol yang dicetak, hasil pertemuan langsung (head-to-head), jumlah gol tandang dalam laga head-to-head, hingga opsi terakhir berupa pertandingan play-off.
Jika semua aspek tersebut masih imbang, Manchester City tetap berpeluang besar menjadi juara. Hal ini karena mereka unggul dalam catatan pertemuan langsung melawan Arsenal musim ini, dengan satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemungkinan digelarnya laga play-off pun nyaris tertutup. Pasalnya, kemenangan Manchester City atas Arsenal di Etihad Stadium, lewat gol yang dicetak Erling Haaland, memastikan keunggulan mereka dalam rekor head-to-head.
Sebagai catatan, situasi serupa pernah terjadi pada musim 2011/2012. Saat itu, Manchester City keluar sebagai juara meski memiliki poin yang sama dengan Manchester United, berkat keunggulan selisih gol.
Dengan sisa laga yang ada, persaingan menuju tangga juara dipastikan akan berlangsung hingga pekan terakhir.






