Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Konflik Global dan Sentimen Domestik Jadi Pemicu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan tajam hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda tersebut dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa gejolak eksternal menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berdampak besar terhadap stabilitas perdagangan internasional, terutama terkait jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz.

Menurut Ibrahim, meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah membuat harga minyak mentah global melonjak signifikan. Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah dalam jumlah besar.

Ia menyebut kebutuhan impor minyak Indonesia mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, sehingga lonjakan harga minyak otomatis meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk transaksi impor energi.

Baca Juga :  Cara Mudah Menghilangkan Bau Amis pada Piring Bekas Daging Kurban

Selain itu, penguatan indeks dolar AS turut memperburuk tekanan terhadap rupiah di pasar valuta asing.

Sementara itu, Co-founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi faktor penting yang membuat dolar semakin perkasa.

Menurut Hans, yield US Treasury yang terus naik mendorong investor global memindahkan dana mereka ke instrumen keuangan Amerika Serikat yang dianggap lebih aman dan menguntungkan.

Akibat arus modal keluar tersebut, mata uang negara berkembang termasuk rupiah ikut tertekan.

Di dalam negeri, lonjakan harga minyak dunia juga dinilai berpotensi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia membuat sebagian investor asing memilih keluar dari pasar domestik.

Baca Juga :  Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah

Tak hanya faktor ekonomi, sentimen politik turut disebut mempengaruhi pergerakan rupiah. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah dinilai memicu respons negatif di kalangan pelaku pasar.

Sebelumnya, Prabowo menanggapi pelemahan rupiah secara santai dengan menyebut kondisi tersebut tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa.

Ibrahim menilai komentar tersebut dimanfaatkan pasar sebagai sinyal negatif sehingga mendorong aksi pembelian dolar AS oleh investor.

Ia juga menilai pemerintah perlu segera menghadirkan langkah konkret untuk meredam tekanan terhadap rupiah, termasuk strategi mengurangi ketergantungan impor minyak dan percepatan implementasi program bahan bakar campuran B50.

Menurutnya, kepastian kebijakan dan langkah antisipasi krisis sangat dibutuhkan agar kepercayaan pasar kembali pulih dan nilai tukar rupiah dapat menguat kembali.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat
Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan
Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Berita Terbaru