Ribuan Turis Kapal Pesiar Tertahan di UEA Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Ketegangan di kawasan Teluk Persia berdampak langsung pada sektor pariwisata, termasuk perjalanan kapal pesiar. Serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran membuat ribuan wisatawan tertahan di sejumlah pelabuhan di Uni Emirat Arab dan Qatar.

Salah satu kapal yang terdampak adalah Mein Schiff 4 milik TUI Cruises yang tengah bersandar di Abu Dhabi. Sebuah rudal dilaporkan menghantam perairan tak jauh dari posisi kapal pada Minggu sore, memunculkan kepulan asap dan suasana mencekam di antara sekitar 2.500 penumpang serta 1.000 awak kapal di dalamnya.

Para penumpang awalnya dijadwalkan kembali ke Jerman melalui Dubai, namun rencana tersebut dibatalkan akibat meningkatnya eskalasi keamanan. Kapal lain, Mein Schiff 5, yang berada di Doha, Qatar, juga mengalami situasi serupa. Sejumlah penumpang bahkan sudah berada di dalam pesawat sebelum penerbangan dibatalkan dan mereka diminta kembali ke kapal, sementara barang bawaan tertinggal di bandara.

Baca Juga :  Persaingan Ketat Liga Inggris: Siapa Juara Jika Poin Manchester City dan Arsenal Sama?

Penumpang dilaporkan harus menunggu berjam-jam sebelum kembali ke kapal. Di atas kapal, protokol keamanan diperketat. Wisatawan diminta tetap berada di dalam kabin, menjauhi dek terbuka dan jendela. Peringatan keamanan, termasuk notifikasi ancaman rudal, dikirimkan langsung ke ponsel penumpang oleh otoritas setempat.

Baca Juga :  Polresta Jambi Bongkar 4 Kasus Penimbunan dan Pengoplosan BBM Subsidi, 5 Tersangka Diamankan

Selain dua kapal tersebut, terdapat beberapa kapal pesiar lain yang juga bersandar di Port Rashid Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Di antaranya MSC Euribia milik MSC Cruises, Celestyal Discovery dan Celestyal Journey dari Celestyal Cruises, serta Aroya yang dioperasikan Aroya Cruises dari Arab Saudi.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan wisatawan kapal pesiar. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan atau ditunda, membuat ribuan penumpang pesawat turut terjebak tanpa kepastian jadwal keberangkatan lanjutan. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai proses evakuasi maupun kelanjutan perjalanan para wisatawan yang tertahan.

Berita Terkait

Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Catalunya 2026, Ducati Tak Cari Pengganti
Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un, Disorot Dunia: Dari Debut Propaganda hingga Ikon Mode Korea Utara
Prabowo Subianto Resmikan KJRI Chengdu, Perkuat Kerja Sama Indonesia–China
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Ancaman Krisis Pangan Kian Menguat
Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Ketegangan Masih Membayangi
Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:00 WIB

Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Catalunya 2026, Ducati Tak Cari Pengganti

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:40 WIB

Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un, Disorot Dunia: Dari Debut Propaganda hingga Ikon Mode Korea Utara

Senin, 4 Mei 2026 - 21:00 WIB

Prabowo Subianto Resmikan KJRI Chengdu, Perkuat Kerja Sama Indonesia–China

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIB

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Ancaman Krisis Pangan Kian Menguat

Kamis, 23 April 2026 - 07:00 WIB

Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Ketegangan Masih Membayangi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Enam ASN Terjaring Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Oknum Kades Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi APBDes 2019-2023

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB