Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Ketegangan Masih Membayangi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang untuk kembali melakukan negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat. Ia menyebut pembicaraan lanjutan itu berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat merespons informasi mengenai rencana pertemuan lanjutan yang disebut akan digelar di Islamabad. Kota tersebut sebelumnya menjadi lokasi mediasi awal yang melibatkan pihak Pakistan.

Trump mengindikasikan bahwa komunikasi antar pihak masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya kesepakatan baru, meski belum ada kepastian resmi terkait waktu dan hasil yang akan dicapai.

Baca Juga :  Como 1907 Salip Juventus Usai Kemenangan Meyakinkan atas Lecce

Di sisi lain, Trump juga menegaskan bahwa kebijakan militer Amerika Serikat terhadap Iran belum berubah sepenuhnya. Ia memastikan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap dilanjutkan, meskipun gencatan senjata diperpanjang.

Keputusan tersebut menuai respons keras dari pihak Iran. Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai langkah perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh AS tidak memiliki arti bagi negaranya.

Baca Juga :  Prabowo Pastikan posisi Wamenaker Immanuel Ebenezer akan segera diisi

Menurutnya, kebijakan tersebut justru dianggap sebagai strategi untuk mengulur waktu sebelum kemungkinan aksi militer lanjutan dilakukan. Ia menegaskan bahwa Iran harus bersiap mengambil langkah sendiri dalam menghadapi situasi tersebut.

Ketegangan antara kedua negara pun masih belum mereda, meskipun jalur diplomasi kembali dibuka. Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan hubungan AS dan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Berita Terkait

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
H.A. Bakri HM Wafat, Duka Menyelimuti Jambi, Tugas Negara Harus Tetap Berlanjut.
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Ribuan Mahasiswa Semarang Gelar Aksi “Reformasi Jilid II”, Sampaikan Lima Tuntutan Rakyat
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ketua Komisi III DPR Usul Larangan Afiliasi Ormas bagi Anggota Polri Masuk RUU Polri
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

H.A. Bakri HM Wafat, Duka Menyelimuti Jambi, Tugas Negara Harus Tetap Berlanjut.

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:00 WIB

Ribuan Mahasiswa Semarang Gelar Aksi “Reformasi Jilid II”, Sampaikan Lima Tuntutan Rakyat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Berita Terbaru