Tokyo, Pribhumi.com – Pemerintah Jepang resmi memperkenalkan istilah baru, kokushobi, untuk menyebut hari dengan suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Istilah ini muncul setelah Jepang mengalami musim panas terpanas dalam sejarah pada tahun sebelumnya.
Kata kokushobi mulai dikenal luas melalui media nasional dan internasional, dengan arti yang menggambarkan kondisi “panas yang kejam” atau “panas brutal”. Istilah ini dipilih sebagai yang paling populer dalam jajak pendapat daring berskala nasional, mengalahkan berbagai alternatif lain.
Fenomena gelombang panas ekstrem kini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Berdasarkan laporan yang dikutip dari BBC, peningkatan suhu ini erat kaitannya dengan aktivitas manusia, khususnya penggunaan bahan bakar fosil yang memicu perubahan iklim.
Menurut laporan Japan Times, istilah tersebut secara resmi diperkenalkan oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA). Dalam bahasa Jepang, kata koku memiliki makna keras atau kejam, mencerminkan tingkat panas yang sangat ekstrem.
Survei yang berlangsung pada Februari hingga Maret melibatkan sekitar 478 ribu responden. Mereka diminta memilih istilah terbaik dari 13 pilihan untuk menggambarkan kondisi suhu paling panas.
Sebelumnya, Jepang telah memiliki klasifikasi khusus untuk suhu di atas 25, 30, dan 35 derajat Celsius. Namun, lonjakan suhu yang semakin ekstrem mendorong perlunya istilah baru yang lebih representatif.
Data menunjukkan bahwa musim panas 2025 menjadi yang terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1898. Suhu rata-rata nasional tercatat meningkat hingga 2,36 derajat Celsius di atas normal. Dalam periode Juni hingga Agustus, suhu di atas 40 derajat terjadi selama sembilan hari.
Rekor suhu tertinggi juga tercatat di Kota Isesaki yang mencapai 41,8 derajat Celsius. Selain itu, jumlah hari dengan suhu ekstrem juga melampaui rekor sebelumnya.
Di Tokyo, tercatat sebanyak 25 hari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius, jauh melebihi rata-rata tahunan sekitar 4,5 hari. Sementara itu, Kyoto mengalami 52 hari dengan suhu serupa, dibandingkan rata-rata 18,5 hari.
Untuk musim panas tahun ini, JMA memperkirakan suhu di atas normal akan kembali terjadi sepanjang Juni hingga Agustus. Kondisi ini menunjukkan tren cuaca panas ekstrem yang masih akan terus berlanjut di Jepang.











