YellowKey Ancam BitLocker Windows 11, Peneliti Klaim Bisa Bobol Enkripsi Tanpa Password

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Dunia keamanan siber kembali digegerkan dengan munculnya celah keamanan baru bernama YellowKey yang diklaim mampu membobol sistem enkripsi BitLocker pada Windows 11. Kerentanan ini diungkap oleh seorang peneliti keamanan siber dengan nama samaran Nightmare-Eclipse.

Menurut peneliti tersebut, YellowKey memungkinkan peretas membuka volume penyimpanan yang dilindungi BitLocker tanpa memerlukan kata sandi. Bahkan, ia menyebut celah ini sebagai salah satu kerentanan paling serius yang pernah ditemukan.

Diduga Bisa Membuka Enkripsi BitLocker

Nightmare-Eclipse menjelaskan bahwa eksploitasi YellowKey memanfaatkan lingkungan pemulihan Windows atau Windows Recovery Environment (WinRE). Dengan metode tertentu, pelaku dapat memperoleh akses command shell dan membuka seluruh data terenkripsi.

Proses eksploitasi disebut dimulai dengan menyalin folder khusus bernama “FsTx” ke media penyimpanan seperti USB drive. Setelah itu, perangkat yang menggunakan BitLocker di-boot ke mode pemulihan Windows.

Baca Juga :  “Uhang Tuo Dalam Imbo”: Spiritualitas Kerinci yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Jika tahapan dilakukan dengan benar, sistem diklaim akan memberikan akses penuh ke penyimpanan yang sebelumnya terkunci. Data di dalamnya bahkan dapat dilihat, disalin, maupun dimodifikasi tanpa batas.

Peneliti Curigai Adanya Backdoor

Nightmare-Eclipse menduga komponen yang memicu kerentanan tersebut sengaja disisipkan ke dalam image resmi WinRE. Dugaan itu muncul karena perilaku aneh hanya ditemukan pada lingkungan pemulihan resmi Windows 11.

Ia menilai tidak ada penjelasan teknis lain yang masuk akal selain kemungkinan adanya backdoor atau pintu belakang di sistem BitLocker.

Menariknya, kerentanan YellowKey disebut hanya berdampak pada Windows 11 dan Windows Server versi terbaru, sedangkan Windows 10 tidak terpengaruh.

Peneliti Lain Ikut Mengonfirmasi

Sejumlah peneliti keamanan independen dikabarkan telah mencoba metode yang dipublikasikan Nightmare-Eclipse dan menyatakan eksploitasi tersebut memang dapat berjalan sesuai klaim.

Baca Juga :  Jutaan Pengguna Android Berpeluang Dapat Kompensasi dari Gugatan Google Senilai Rp2,3 Triliun

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Microsoft terkait tudingan adanya backdoor pada BitLocker.

Muncul Eksploitasi Kedua Bernama GreenPlasma

Selain YellowKey, Nightmare-Eclipse juga mengungkap eksploitasi lain bernama GreenPlasma. Celah ini disebut berkaitan dengan peningkatan hak akses sistem atau privilege escalation.

Namun, kode lengkap untuk eksploitasi tersebut belum dirilis sepenuhnya. Peneliti itu mengisyaratkan detail lebih lanjut kemungkinan akan dipublikasikan mendekati jadwal pembaruan keamanan Patch Tuesday bulan depan.

Pakar Sarankan Gunakan Lapisan Keamanan Tambahan

Menyikapi ancaman tersebut, pakar keamanan siber mengimbau pengguna dan perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan satu sistem enkripsi. Penggunaan solusi enkripsi tambahan yang telah diaudit secara independen dinilai dapat menjadi langkah mitigasi.

Salah satu alternatif yang banyak direkomendasikan adalah VeraCrypt yang dikenal sebagai perangkat lunak enkripsi open-source dengan sistem keamanan berlapis.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

VinFast Buka Pemesanan Tiga Motor Listrik di Indonesia, Harga Mulai Rp18 Jutaan
Waspada Deepfake AI, Modus Penipuan Digital Baru yang Sulit Dibedakan dari Aslinya
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Plug-in Irit hingga 65 Km per Liter
Google Uji Coba Aturan Baru Gmail, Akun Tanpa Nomor HP Hanya Dapat Penyimpanan 5GB
Samsung Galaxy Segera Bisa Transfer File ke iPhone
Apple Resmi Rilis iPad Air M4 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Uni Eropa Blokir Pendanaan Teknologi Surya China, Khawatir Picu Gangguan Listrik Massal
iPhone Air 2 Disebut Jadi Satu-satunya Ponsel Ultra Tipis, Kompetitor Mundur

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

YellowKey Ancam BitLocker Windows 11, Peneliti Klaim Bisa Bobol Enkripsi Tanpa Password

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

VinFast Buka Pemesanan Tiga Motor Listrik di Indonesia, Harga Mulai Rp18 Jutaan

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Waspada Deepfake AI, Modus Penipuan Digital Baru yang Sulit Dibedakan dari Aslinya

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Plug-in Irit hingga 65 Km per Liter

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:01 WIB

Google Uji Coba Aturan Baru Gmail, Akun Tanpa Nomor HP Hanya Dapat Penyimpanan 5GB

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Fantastis! Mangga Raksasa Dijual Hingga Rp500 Ribu per Buah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:52 WIB

Budaya dan Wisata

Bahasa Kias Kerinci, Identitas Budaya yang Mulai Tergerus Zaman

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB

Tips dan informasi

7 Kebiasaan yang Membuat Mobil Boros BBM, Pengendara Wajib Tahu

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB