Waspada Deepfake AI, Modus Penipuan Digital Baru yang Sulit Dibedakan dari Aslinya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini membawa dampak besar dalam dunia digital. Selain memberikan kemudahan, teknologi ini juga dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan siber, salah satunya melalui teknologi deepfake yang semakin marak di media sosial.

Deepfake menjadi ancaman baru karena mampu menciptakan video, foto, hingga suara palsu yang terlihat sangat meyakinkan. Banyak pengguna internet kesulitan membedakan konten asli dengan hasil manipulasi AI karena tampilannya tampak nyata dan menyerupai orang sebenarnya.

Fenomena ini ramai ditemukan di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, hingga X. Deepfake sering dipakai untuk penipuan online, penyebaran berita palsu, pencemaran nama baik, hingga aksi pemerasan digital.

Mengenal Teknologi Deepfake

Istilah deepfake berasal dari gabungan kata “deep learning” dan “fake”. Deep learning sendiri merupakan cabang teknologi AI yang memungkinkan sistem komputer mempelajari pola wajah, suara, dan gerakan manusia secara mendalam.

Teknologi ini bekerja dengan menganalisis ribuan foto, video, dan rekaman suara seseorang. Setelah itu, AI mampu meniru ekspresi wajah, gerakan bibir, intonasi suara, hingga mimik secara detail sehingga menghasilkan video palsu yang tampak asli.

Baca Juga :  Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Pra-Doktoral 2026 untuk Dosen, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Karena kualitas manipulasi yang semakin canggih, banyak orang terkecoh dan percaya bahwa konten tersebut benar-benar nyata.

Modus Penipuan Deepfake yang Sering Terjadi

Deepfake kini digunakan dalam berbagai modus kejahatan digital. Berikut beberapa bentuk penyalahgunaan yang banyak ditemukan di media sosial:

1. Penipuan Keuangan

Pelaku memalsukan wajah atau suara orang terdekat korban untuk meminta transfer uang. Biasanya pelaku mengaku sedang mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan, ditahan polisi, atau membutuhkan bantuan mendesak.

2. Pemerasan Konten Asusila

Pelaku mengambil foto korban dari media sosial lalu memasangkannya ke video atau gambar tidak senonoh menggunakan teknologi AI. Konten palsu tersebut kemudian dipakai untuk mengancam, memeras, atau merusak reputasi korban.

3. Penyebaran Hoaks Politik

Deepfake juga sering digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, terutama menjelang momentum politik dan pemilu. Tokoh publik dapat dibuat seolah-olah mengeluarkan pernyataan kontroversial demi menggiring opini publik.

Baca Juga :  BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Plug-in Irit hingga 65 Km per Liter

4. Penyalahgunaan Identitas

Wajah dan suara seseorang dapat dicuri dari media sosial lalu digunakan tanpa izin untuk membuat iklan palsu, promosi investasi bodong, atau konten manipulatif lainnya yang bertujuan menarik kepercayaan masyarakat.

Cara Mengenali Konten Deepfake

Walaupun terlihat meyakinkan, konten deepfake masih memiliki sejumlah tanda yang bisa dikenali, antara lain:

Gerakan bibir tidak sesuai dengan suara

Ekspresi wajah terlihat kaku

Kedipan mata tampak tidak alami

Suara terdengar aneh atau seperti robot

Detail wajah berubah saat video bergerak

Bagian tertentu pada video tampak buram atau tidak stabil

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menerima video atau pesan mencurigakan di media sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan hindari langsung mengirim uang tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One
Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Tata Tiago 2026 Meluncur, Hatchback Murah Seharga Rp87 Jutaan
Pemerintah Matangkan Implementasi B50 Lewat Uji Teknis di Berbagai Sektor Industri
YellowKey Ancam BitLocker Windows 11, Peneliti Klaim Bisa Bobol Enkripsi Tanpa Password

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Toyota Innova Crysta 2026 Resmi Meluncur

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:00 WIB

Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB