Makhluk Raksasa 400 Juta Tahun Lalu Terungkap, Ilmuwan Sebut Bukan Tanaman, Hewan, atau Jamur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Jauh sebelum kemunculan dinosaurus maupun pepohonan, sekitar 400 juta tahun lalu, Bumi pernah dihuni oleh organisme misterius yang menjulang tinggi menyerupai monolit. Temuan terbaru mengungkap bahwa makhluk purba tersebut kemungkinan bukan termasuk tanaman, hewan, maupun jamur, melainkan bentuk kehidupan multiseluler yang benar-benar asing.

Organisme ini dikenal dengan nama Prototaxites, yang pertama kali diidentifikasi sekitar 160 tahun lalu. Dengan tinggi mencapai 9 meter, Prototaxites telah lama menjadi teka-teki bagi para ilmuwan karena sulit diklasifikasikan. Pada awalnya, ilmuwan abad ke-19 mengira fosil ini merupakan batang pohon konifer yang membusuk.

Namun penelitian lanjutan menunjukkan bahwa struktur Prototaxites tersusun dari jaringan tabung yang saling menjalin, bukan sel berbentuk kotak seperti pada tanaman. Hal ini memicu berbagai teori, mulai dari dugaan sebagai lumut kerak—hasil simbiosis jamur dan alga—hingga kemungkinan sebagai jamur raksasa.

Baca Juga :  Pelaku pembunuhan "Agus Kurnia" Dijatuhi 15 Tahun Penjara

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances dipimpin oleh Corentin Loron dari University of Edinburgh. Studi ini meneliti tiga fosil Prototaxites yang ditemukan di Rhynie chert, Skotlandia, sebuah ekosistem purba dari periode Devon awal yang terkenal dengan pelestarian fosilnya yang luar biasa.

Menurut Loron, analisis biomarker dalam fosil menunjukkan perbedaan kimiawi yang signifikan dibandingkan dengan fosil jamur lain yang ditemukan di lokasi yang sama. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Prototaxites bukan bagian dari kelompok jamur yang dikenal saat ini.

Selain itu, struktur internal organisme ini juga tidak cocok dengan karakteristik jamur modern maupun yang telah punah. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa masih terlalu dini untuk mengelompokkan Prototaxites ke dalam kategori tertentu.

Baca Juga :  Komdigi Ultimatum Wikimedia: Terancam Diblokir Jika Tak Daftar PSE dalam 7 Hari

Sebelumnya, Kevin Boyce, profesor ilmu Bumi dari Stanford University, menyatakan bahwa organisme ini kemungkinan tidak melakukan fotosintesis seperti tanaman. Ia diduga memperoleh karbon dari lingkungan sekitarnya, mirip dengan beberapa organisme pengurai saat ini, meskipun belum ada bentuk kehidupan serupa pada masa itu.

Meski begitu, masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Para ilmuwan belum mengetahui bagaimana Prototaxites menempel pada tanah atau apakah organisme tersebut berdiri tegak sepanjang hidupnya. Penelitian lanjutan pun direncanakan untuk mengungkap lebih jauh asal-usul dan karakteristik makhluk purba ini.

Berita Terkait

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman
Cara Mudah Menghilangkan Bau Amis pada Piring Bekas Daging Kurban
Cara Mudah Membersihkan Kompor Berkerak dan Gosong
Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Tata Tiago 2026 Meluncur, Hatchback Murah Seharga Rp87 Jutaan
Waspada Kobra Saat Trekking, Kenali Tanda Bahaya di Alam Liar
10 Menu Pendamping Daging Kurban Anti Kolesterol

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:00 WIB

Cara Mudah Menghilangkan Bau Amis pada Piring Bekas Daging Kurban

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:00 WIB

Cara Mudah Membersihkan Kompor Berkerak dan Gosong

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:00 WIB

Mitsubishi Pajero Cross-Country Siap Comeback 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB