“Uhang Tuo Dalam Imbo”: Spiritualitas Kerinci yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com — Hubungan masyarakat Kerinci dengan alam bukan sekadar interaksi fisik, tetapi menyatu dalam ikatan spiritual dan adat yang diwariskan lintas generasi. Di wilayah pegunungan Bukit Barisan, Provinsi Jambi, tradisi dan kepercayaan turun-temurun menjadi pedoman dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Budayawan Kerinci sekaligus Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu (LAM) Sakti Alam Kerinci, Safwandi., Dpt., menjelaskan bahwa masyarakat Kerinci memiliki sistem keyakinan yang disebut Penunggu Matang—makhluk spiritual penjaga hutan yang dihormati sebagai simbol keseimbangan alam. Dalam bahasa lokal, sosok ini dikenal dengan sebutan “Uhang Tuo Dalam Imbo”, bukan “Harimau”, sebab kata “Harimau” dianggap tabu diucapkan secara langsung.

“Bagaimana kita membina hubungan dalam kepercayaan masyarakat Kerinci, terkhususnya Penunggu Matang atau Uhang Tuo Dalam Imbo yang dianggap gaib,” ungkap Safwandi.

Adab dan Pencegahan Kerakusan

Baca Juga :  Ribuan ASN Diduga Gunakan Absensi Fiktif, Terancam Sanksi Hingga Pemecatan

Lebih dari sekadar mitos, kepercayaan terhadap Penunggu Matang berfungsi sebagai pengendali sosial dan etika ekologis. Setiap kali seseorang hendak memasuki hutan, mereka diwajibkan untuk mematuhi tata krama dan syarat-syarat adat tertentu agar tidak mengusik keseimbangan alam.

“Keyakinan ini mengajarkan agar manusia tidak berlaku serakah terhadap alam. Masyarakat hanya mengambil hasil hutan seperlunya saja, bukan untuk kepentingan komersial besar atau penebangan liar,” jelas Safwandi.

Dalam seloka adat Kerinci disebutkan bahwa “setiap tanjung itu ada penunggunyo”. Ungkapan ini menegaskan bahwa setiap wilayah alam memiliki entitas penjaga yang wajib dihormati. Penghormatan terhadap Uhang Tuo Dalam Imbo menjadi simbol dari kesadaran ekologis masyarakat Kerinci untuk hidup selaras dengan alam, bukan menaklukkannya.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: Panas Maksimum, Petir, dan Ancaman Rob Mengintai Sejumlah Wilayah

Refleksi Keyakinan

Di akhir penjelasannya, Safwandi menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai spiritual adat dan keyakinan keagamaan.

“Bagaimana kita mengilmiahkan sesuatu yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat terhadap itu?” ujarnya retoris.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan terhadap penjaga hutan tidak bertentangan dengan ajaran agama, melainkan berdiri pada dimensi spiritual adat yang berbeda. Bagi masyarakat Kerinci, menghormati alam berarti menghormati ciptaan Tuhan, menjaga warisan leluhur, dan menolak kerakusan yang merusak keseimbangan kehidupan.

Berita Terkait

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari
LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota
Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026
Bahasa Kerinci, Warisan Melayu Kuno yang Tetap Hidup di Jantung Sumatra
Ketika Malaya Nyaris Bergabung dengan Indonesia: Jejak Gagasan Besar Indonesia Raya yang Tak Pernah Terwujud
BRIN Ungkap Sungai Purba Paparan Sunda Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal di Asia Tenggara

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:00 WIB

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:00 WIB

Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Berita Terbaru