Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Aktivis Adat Sakti Alam Kerinci, Safwandi, Dpt., menegaskan bahwa upaya mengangkat kembali marwah Lembaga Adat Jati telah menjadi komitmen sejak awal, bahkan jauh sebelum berdirinya Lembaga Adat Melayu Kabupaten Kerinci. Menurutnya, lembaga formal adat seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat keberadaan dan kewibawaan para pemangku adat, bukan menggantikan peran lembago adat yang telah hidup turun-temurun.

Safwandi., Dpt. Yang juga merupakan Sekjend di LAM Kerinci menilai, selama ini keberadaan para pemangku adat di Kerinci cenderung kehilangan marwah, kewibawaan, bahkan jati diri. Kondisi tersebut dinilai menjadi keprihatinan bersama yang harus segera diperbaiki melalui upaya pelestarian adat lamo pusako usang.

“Sudah menjadi tugas bersama bagi siapa pun yang peduli terhadap kelestarian adat untuk mengangkat kembali marwah pemangku adat serta mengingatkan kembali tentang alur dan patut dalam menjalankan adat,” ujarnya.

Baca Juga :  Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Ia mengingatkan bahwa negara telah memberikan pengakuan dan penghormatan terhadap kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sebagaimana diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Karena itu, menurutnya, masyarakat adat sendiri seharusnya memiliki komitmen yang sama dalam menghormati serta menjaga eksistensi lembago adat jati.

Safwandi juga menyampaikan bahwa setiap petatah-petitih adat tidak hanya menjadi rangkaian kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Baginya, adat merupakan pedoman hidup yang harus tercermin dalam perilaku masyarakat dan para pemangku adat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan nama lembaga formal, baik Lembaga Adat Melayu (LAM), Lembaga Kerapatan Adat Alam Kerinci (LKAAK), maupun nama lainnya, bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah bagaimana lembaga formal tersebut mampu menjalankan fungsi untuk memberdayakan dan memperkuat Lembago Adat Jati sesuai dengan nilai-nilai adat lamo pusako usang di bumi Sakti Alam Kerinci.

Baca Juga :  Misteri Hilang Tiga Tahun Terungkap, Pria ini Ditemukan Lemas di Lereng Gunung

Menurutnya, perubahan nama lembaga formal dimungkinkan apabila disepakati bersama. Namun, penghormatan terhadap para pemangku adat jati tidak boleh ditawar.

Safwandi menyebut sejumlah lembago adat jati yang harus mendapat penghormatan, di antaranya Depati Empat Selapan Helai Kain, Pemangku Balimo, Suluh Bindang Alam Kerinci, persekutuan Adat Kumun Tanah Kurnia, Lulo Kelambu Rajo, serta Sulak Tanah Sekudung.

“Apabila Lembago Adat Jati mampu berjalan sendiri sesuai fungsi dan kewenangannya, maka sesungguhnya keberadaan lembaga formal tidak lagi menjadi kebutuhan utama. Karena itu, lembaga formal harus hadir sebagai wadah pemberdayaan, bukan mengambil alih peran lembago adat yang telah diwariskan secara turun-temurun,” tegasnya.

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB