Prabowo Tegaskan MBG Bukan Hamburkan Anggaran, Dibiayai dari Efisiensi Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara terkait polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut sebagai pemborosan anggaran negara. Ia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program itu justru lahir dari kebijakan penghematan.

Dalam peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), Prabowo menyampaikan bahwa MBG didanai dari hasil efisiensi anggaran, bukan dari penambahan beban APBN. Menurutnya, langkah penghematan dilakukan untuk menutup potensi kebocoran anggaran yang selama ini rawan terjadi.

Baca Juga :  Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei di Tengah Memanasnya Konflik

Ia menilai, tanpa pengawasan dan efisiensi yang ketat, anggaran negara berisiko terserap untuk kepentingan yang tidak tepat, bahkan membuka celah praktik korupsi. Karena itu, pemerintah memilih memangkas pengeluaran yang dinilai tidak produktif dan mengalihkannya ke program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Presiden juga menyoroti budaya birokrasi yang kerap menghabiskan anggaran untuk kegiatan seremonial dan administratif yang minim manfaat. Ia menyinggung praktik rapat di hotel luar kota, seminar, konferensi, serta kunjungan kerja yang dinilai tidak mendesak.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Menurutnya, pola belanja seperti itu harus dihentikan agar dana negara dapat difokuskan pada program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan
Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg
Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
Program TKM Pemula 2026 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya
Utang Pemerintah Tembus Rp 9.920 Triliun pada Maret 2026, Rasio terhadap PDB Capai 40,75 Persen

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:00 WIB

Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:00 WIB

Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB