Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei di Tengah Memanasnya Konflik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Pribhumi.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan ancaman keras terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam kemunculan publik pertamanya sejak serangan rudal Iran menghantam sejumlah wilayah di Tel Aviv. Dalam konferensi pers yang digelar melalui sambungan video, Netanyahu berdiri di antara dua bendera Israel sambil menjawab pertanyaan dari para jurnalis.

Mengutip laporan Reuters yang dilansir detikNews, Jumat (13/3/2026), Netanyahu menyatakan bahwa kondisi Iran kini “tidak lagi sama” setelah hampir dua pekan mendapat tekanan militer. Ia mengklaim bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (Garda Revolusi Iran) dan pasukan paramiliter Basij telah mengalami kerugian besar akibat serangan tersebut.

Baca Juga :  Relokasi Ratusan Ribu Makam di Da Nang, Proyek Ambisius Demi Kereta Cepat dan Kota Modern

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menegaskan Israel akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon, menyusul serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada awal Maret lalu.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan langkah militer Israel terhadap Iran maupun Hizbullah ke depan, Netanyahu menolak membeberkan rencana strategis pemerintahannya.

“Saya tidak akan memberikan semacam polis asuransi jiwa kepada pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya juga tidak akan memaparkan secara rinci apa yang sedang kami rencanakan atau akan kami lakukan,” ujarnya.

Netanyahu juga menyebutkan bahwa sirene peringatan serangan rudal dari Iran terus berbunyi di berbagai wilayah Israel bagian tengah, menandakan ancaman serangan yang masih berlangsung.

Baca Juga :  Waspada! Ini 3 Bagian Ayam yang Sebaiknya Tidak Terlalu Sering Dikonsumsi

Ia menegaskan bahwa operasi militer Israel bertujuan menghilangkan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran. Menurutnya, ancaman tersebut dinilai berpotensi membahayakan eksistensi negara Israel.

Selain itu, Netanyahu menyebut Israel ingin menciptakan kondisi yang mendorong masyarakat Iran untuk menentang pemerintahannya. Namun ia mengakui tidak bisa memastikan apakah tekanan tersebut akan benar-benar menjatuhkan rezim di Teheran.

“Kami sedang menciptakan kondisi yang memungkinkan perubahan rezim. Namun saya tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan pemerintah mereka. Perubahan seperti itu harus datang dari dalam,” katanya.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap berupaya membantu terciptanya situasi yang dapat melemahkan pemerintahan Iran.

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin
Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Michael Carrick Beri Sinyal Segera Jadi Manajer Permanen MU
Liverpool Dibantai Aston Villa 4-2, Suporter Panik!
Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB