Media Massa Dianggap Benteng Terakhir Verifikasi Informasi di Tengah Serbuan Hoaks

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA, Irfan Junaidi, menegaskan bahwa media massa kini memegang peran krusial sebagai penentu kebenaran informasi di tengah banjir konten digital yang kian sulit dibedakan antara fakta dan manipulasi. Ia mengingatkan bahwa publik membutuhkan ruang terpercaya yang mampu menjadi rujukan ketika berhadapan dengan informasi yang meragukan.

Menurut Irfan, maraknya penyebaran hoaks di berbagai platform digital membuat fungsi jurnalistik semakin penting sebagai jangkar yang dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat. “Ketika orang bingung apakah sebuah kabar itu benar atau sekadar hoaks, tempat yang semestinya mereka tuju adalah media massa,” ujar Irfan dalam Diskusi Media Allianz Indonesia di Jakarta, Selasa.

Baca Juga :  Arif Taklukkan Puncak Gunung Kerinci dalam 3 Jam di Ajang Kerinci 100 2026

Ia menjelaskan bahwa akurasi, objektivitas, dan kemampuan menjaga standar profesi adalah strategi utama bagi media massa untuk tetap relevan. Tantangan ini tidak hanya datang dari derasnya hoaks, tetapi juga dari kondisi ekonomi nasional dan persaingan ketat dengan platform global yang memiliki kemampuan distribusi konten jauh lebih masif.

Irfan menyoroti ketimpangan aturan yang berlaku antara media arus utama dan platform global. Media konvensional wajib mematuhi berbagai regulasi seperti Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta SOP redaksi yang ketat. Sebaliknya, platform sosial global dapat menyebarkan konten tanpa batasan serupa. “Mereka tidak tunduk pada aturan pers ataupun kode etik sebagaimana media,” tegasnya.

Baca Juga :  Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Fotografer sekaligus Editor Jawapos.com, Hendra Eka, turut menambahkan bahwa dunia foto jurnalistik juga menghadapi tantangan serius dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut bahwa redaksi media telah membangun sistem internal untuk memverifikasi keaslian foto, mulai dari metadata kamera, waktu pengambilan, hingga lokasi pemotretan.

Menurut Hendra, langkah-langkah teknis tersebut menjadi bagian penting dari kode etik jurnalistik guna menjaga integritas karya visual yang dipublikasikan. Ia menilai bahwa media juga memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan literasi masyarakat agar lebih jeli dalam menilai keaslian informasi dan gambar yang beredar.

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Senin, 22 Juni 2026 - 07:52 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan

Berita Terbaru