Hanya 44 Daerah Dinilai Layak Terbitkan Obligasi, Mekeng Tekankan Transparansi Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, Pribhumi.com – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menilai penerbitan obligasi daerah dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, instrumen pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas penting seperti rumah sakit modern, sarana kesehatan terpadu, hingga infrastruktur pelayanan masyarakat lainnya.

Namun demikian, Mekeng menegaskan bahwa keberhasilan obligasi daerah sangat bergantung pada kualitas tata kelola keuangan dan kompetensi aparatur birokrasi di daerah. Ia menyebut pengelolaan keuangan daerah harus ditangani oleh sumber daya manusia yang benar-benar memahami sistem fiskal, likuiditas, hingga mekanisme investasi publik.

Baca Juga :  THR Aparatur Negara Mulai Disalurkan, Anggaran Tembus Rp 55 Triliun

Dalam Sarasehan Nasional yang digelar di Aston Palembang Hotel & Conference Center, Selasa (19/5/2026), Mekeng mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 44 daerah di Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang dinilai memiliki kemampuan finansial memadai untuk menerbitkan obligasi daerah.

Ia menilai banyak pemerintah daerah masih perlu melakukan pembenahan besar-besaran, terutama pada sektor pengelolaan keuangan dan peningkatan kualitas SDM birokrasi. Menurutnya, jabatan strategis seperti kepala dinas keuangan harus diisi oleh tenaga profesional yang memahami manajemen fiskal dan investasi, bukan sekadar penempatan pejabat tanpa kompetensi yang memadai.

Mekeng menjelaskan, apabila dikelola dengan baik, obligasi daerah dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Ia mencontohkan pembangunan rumah sakit berstandar internasional yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan medis terbaik tanpa harus berobat ke luar negeri seperti Malaysia atau Singapura.

Baca Juga :  Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Selain meningkatkan pelayanan publik, obligasi daerah juga dinilai mampu menjaga perputaran modal tetap berada di wilayah masing-masing. Mekeng mendorong masyarakat berpenghasilan tinggi untuk berinvestasi melalui obligasi daerah dibandingkan menyimpan aset di luar daerah maupun luar negeri.

Menurutnya, jika kepercayaan investor lokal dapat dibangun melalui tata kelola yang profesional dan transparan, maka dana masyarakat dapat dimanfaatkan langsung untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Pemerintah Perkuat Integritas ASN Lewat Program E-Learning Antikorupsi Berbasis Digital
Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama
Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Pemerintah Pastikan Lengkap dengan Berbagai Tunjangan
LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026
MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Obligasi Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan
Enam ASN Terjaring Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja
Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
DPRD Jambi Soroti Wacana Kenaikan TPP ASN, Ivan Wirata Minta PAD dan Kinerja Ikut Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Perkuat Integritas ASN Lewat Program E-Learning Antikorupsi Berbasis Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama

Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Pemerintah Pastikan Lengkap dengan Berbagai Tunjangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:02 WIB

LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Hanya 44 Daerah Dinilai Layak Terbitkan Obligasi, Mekeng Tekankan Transparansi Keuangan

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB