Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan resmi membuka kembali program Dana Abadi Kebudayaan yang kini berganti nama menjadi Dana Indonesia Raya. Total dana abadi meningkat dari Rp 5 triliun menjadi Rp 6 triliun, dengan alokasi penyaluran khusus tahun 2026 sebesar Rp 500 miliar.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa peningkatan dana ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Program ini akan disalurkan melalui mekanisme seleksi berbasis proposal yang dinilai oleh tim juri dari berbagai bidang.
Skema pengajuan dana dilakukan secara kompetitif, di mana pelaku seni dan budaya harus melalui proses administrasi serta penilaian substansi. Pemerintah juga melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan di berbagai daerah sebagai penghubung untuk menjangkau komunitas seni hingga tingkat lokal.
Seiring berjalannya program, pemerintah mengakui adanya keluhan dari pelaku budaya terkait proses akses yang dinilai rumit. Untuk itu, sistem pendaftaran kini disederhanakan melalui platform digital resmi agar lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Pendaftaran program Dana Indonesia Raya dibuka mulai April hingga Mei 2026. Tahap seleksi substansi berlangsung pada Juni hingga Juli, sementara pengumuman penerima dijadwalkan pada Juli 2026.
Tak hanya memberikan bantuan dana, pemerintah juga menyediakan pendampingan bagi para penerima manfaat setelah program berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai proposal serta meningkatkan kapasitas pelaku budaya, termasuk mereka yang berasal dari komunitas adat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Dana Abadi Kebudayaan sendiri merupakan hibah non-APBN dan non-APBD yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Program ini terbuka bagi seluruh pelaku seni, baik tradisional maupun kontemporer, serta individu maupun komunitas.
Hingga saat ini, program tersebut telah mendanai lebih dari 2.000 penerima dengan total penyaluran ratusan miliar rupiah. Cakupan penerima manfaat pun terus bertambah, mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap dukungan di sektor kebudayaan.
Berbagai kategori program yang ditawarkan meliputi dukungan kelembagaan, pemanfaatan ruang publik, dokumentasi karya maestro, penciptaan karya inovatif, distribusi internasional, kajian budaya, hingga pengembangan sinema Indonesia.











