Dana Indonesia Raya 2026 Dibuka, Hibah Kebudayaan Rp 500 Miliar Siap Disalurkan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan resmi membuka kembali program Dana Abadi Kebudayaan yang kini berganti nama menjadi Dana Indonesia Raya. Total dana abadi meningkat dari Rp 5 triliun menjadi Rp 6 triliun, dengan alokasi penyaluran khusus tahun 2026 sebesar Rp 500 miliar.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa peningkatan dana ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Program ini akan disalurkan melalui mekanisme seleksi berbasis proposal yang dinilai oleh tim juri dari berbagai bidang.

Skema pengajuan dana dilakukan secara kompetitif, di mana pelaku seni dan budaya harus melalui proses administrasi serta penilaian substansi. Pemerintah juga melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan di berbagai daerah sebagai penghubung untuk menjangkau komunitas seni hingga tingkat lokal.

Baca Juga :  Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci, Menghidupkan Ruh Kearifan Lokal

Seiring berjalannya program, pemerintah mengakui adanya keluhan dari pelaku budaya terkait proses akses yang dinilai rumit. Untuk itu, sistem pendaftaran kini disederhanakan melalui platform digital resmi agar lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Pendaftaran program Dana Indonesia Raya dibuka mulai April hingga Mei 2026. Tahap seleksi substansi berlangsung pada Juni hingga Juli, sementara pengumuman penerima dijadwalkan pada Juli 2026.

Tak hanya memberikan bantuan dana, pemerintah juga menyediakan pendampingan bagi para penerima manfaat setelah program berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai proposal serta meningkatkan kapasitas pelaku budaya, termasuk mereka yang berasal dari komunitas adat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

Baca Juga :  Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Dana Abadi Kebudayaan sendiri merupakan hibah non-APBN dan non-APBD yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Program ini terbuka bagi seluruh pelaku seni, baik tradisional maupun kontemporer, serta individu maupun komunitas.

Hingga saat ini, program tersebut telah mendanai lebih dari 2.000 penerima dengan total penyaluran ratusan miliar rupiah. Cakupan penerima manfaat pun terus bertambah, mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap dukungan di sektor kebudayaan.

Berbagai kategori program yang ditawarkan meliputi dukungan kelembagaan, pemanfaatan ruang publik, dokumentasi karya maestro, penciptaan karya inovatif, distribusi internasional, kajian budaya, hingga pengembangan sinema Indonesia.

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB